VIDEO Fakta-fakta dan Kronologi 19 Bocah di Garut Hubungan Intim Menyimpang, Usai Simak Video Dewasa

Inilah kronologi dan detik-detik 19 bocah di bawah umur lakukan hubungan intim yang menyimpang terjadi di Kelurahan Margawati, Garut Kota, Jawa Barat.

VIDEO Fakta-fakta dan Kronologi 19 Bocah di Garut Hubungan Intim Menyimpang, Usai Simak Video Dewasa
Tribunkaltim.co/ilo
Ilustrasi - Meme video film dewasa melalui perangkat smartphone. Kabar mengejutkan sekaligus menyedihkan menyayat hati, di Garut ada puluhan bocah lakukan hubungan intim menyimpang setelah menonton video film dewasa. Berikut kronologi dan detik-detik 19 bocah di bawah umur lakukan hubungan intim yang menyimpang terjadi di Kelurahan Margawati, Garut Kota, Jawa Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sungguh miris ada aksi bocah, anak di bawah umur, berbuat tidak senonoh. Sebagai orang awam tentu sedih apalagi jika hal tersebut orangtua kandungnya sendiri pasti sangat terpukul.

Kabar ini cukup mengagetkan banyak pihak, mengingat mereka semua masih bocah, anak di bawah umur yang belum pantas melakukan seperti hubungan intim.

Apalagi ini hubungan intimnya pun menyimpang, bocah laki-laki ini berbuat hubungan intim di kalangan mereka sendiri. 

Inilah kronologi dan detik-detik 19 bocah di bawah umur lakukan hubungan intim yang menyimpang terjadi di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dilansir dari video kronologi yang diunggah Tribun Video (grup Surya.co.id), pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan mengenai 19 bocah di bawah umur melakukan hubungan intim yang menyimpang itu.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mendapat laporan dari salah satu orangtua korban dan tengah melakukan penyelidikan.

"Setelah jadi korban, lalu ada yang jadi pelaku juga. Jadi seperti menular," ucapnya.

Para korban dan pelaku melakukan hubungan intim yang menyimpang tersebut di rumah, toilet, dan lapangan sepak bola.

Tindakan pelecehan seksual yang dialami perempuan, kaum perempuan menjadi korban pelecehan seksual.
Tindakan pelecehan seksual yang dialami perempuan, kaum perempuan menjadi korban pelecehan seksual. (Tribunkaltim.co/ilo)

Saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut.

"Soal link situsnya tahu dari mana kami juga belum tahu. Dari satu anak terus menyebar ke anak lain. Bukan hanya jadi korban, tapi juga turut jadi pelaku," ucapnya.

Dilansir dari TribunJabar (grup Surya.co.id), ketua RW setempat yang berinisial SH (35) menuturkan bahwa kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban yang juga bertindak sebagai pelaku mengakui perbuatannya kepada orangtuanya.

"Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu serta pengakuan korban dan pelaku juga," kata SH.

19 bocah tersebut berumur mulai dari 8 hingga 13 tahun.

"Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (hubungan intim yang menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

SH menerangkan bahwa tindakan belasan bocah di bawah umur tersebut karena terpengaruh film dewasa.

"Terakhir habis main bola, mereka nonton video dewasa di handphone salah satu pemuda," ucapnya.

Berikut video kronologinya, bocah lakukan hubungan intim menyimpang di Garut:

Rangkuman fakta-fakta 19 anak-anak di Garut melakukan hubungan intim menyimpang:

1. Pelaku Berusia 8 Tahun Hingga 13 Tahun

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut melakukan penyelidikan terkait belasan anak lelaki di bawah umur yang melakukan pelecehan dan seks menyimpang (sodomi) di Kecamatan Garut Kota.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah ada laporan dari salah satu orangtua korban.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh teman korban.

"Sementara ada 19 anak yang melakukannya. Semuanya berada di satu kampung," ujar Maradona, Kamis (24/4/2019).

Rentang usia ke 19 anak yang melakukan seks menyimpang ini mulai dari 8 hingga 13 tahun. Selain menjadi korban, ada juga yang menjadi pelaku.

2. Pelaku Seks Menyimpang Sesama Teman

Pelaku perilaku seks menyimpang anak-anak di Garut ternyata memiliki riwayat pernah menjadi korban seks menyimpang atau sodomi.

"Setelah jadi korban, lalu ada yang jadi pelaku juga. Jadi seperti menular," ujar Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng.

3. Melakukan Seks Menyimpang Setelah Menonton Video Dewasa

Dari keterangan para korban dan pelaku, mereka melakukan aksinya setelah menonton video porno.

Video tersebut dimiliki salah seorang anak berusia 13 tahun di handphone-nya.

Film porno itu, tambahnya, didapat dari sebuah situs.

4. Kegiatan Seks Menyimpang Dilakukan di Toilet

Aktivitas seks menyimpang itu tak hanya dilakukan di rumah.

Namun juga di toilet dan lapangan sepak bola.

"Soal link situsnya tahu dari mana kami juga belum tahu. Dari satu anak terus menyebar ke anak lain. Bukan hanya jadi korban, tapi juga turut jadi pelaku," ucapnya.

6. Terbongkar Setelah Korban Melapor

Belasan anak lelaki di bawah umur yang ada di Kecamatan GarutKota, Kabupaten Garut, diduga telah melakukan tindakan seks menyimpang (sodomi).

Anak-anak tersebut terpengaruh setelah menyaksikan film porno.

Kasus asusila ini terbongkar setelah seorang korban yang juga pelaku mengakui perbuatannya kepada orangtuanya.

Dari pengakuan tersebut, orangtua korban dan tokoh masyarakat di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Garut.

"Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (seks menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, perilaku menyimpang anak-anak tersebut diduga akibat sering menonton video porno di handphone.

"Terakhir habis main bola, mereka nonton video porno di handphone salah satu pemuda," ucapnya.

Seringnya menonton vidio, lanjutnya, membuat anak-anak yang usianya sekitar 12 tahunan ini terinspirasi.

Mereka akhirnya melakukan perbuatan menyimpang itu.

"Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu serta pengakuan korban dan pelaku juga," katanya.

7. Kasus Sudah Ditangani Polisi

Kasus penyimpangan seks anak-anak di Garut tersebut sudah ditangani aparat kepolisian. Anak-anak tersebut juga sudah mendapat penanganan dari psikolog.

"Sudah ada 19 anak yang terlibat, kalau tidak cepat ditangani korbannya akan banyak. Karena ini menular," ujar SH (35), ketua RW setempat saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

8. Penjelasan psikolog

Perilaku seks menyimpang sodomi tersebut terbongkar setelah ada pengakuan dari orangtua korban.

Lalu mengapa anak-anak bisa kecanduan seks setelah menonton video porno?

Berikut penjelasan menurut para psikolog anak dan remaja.

Diketahui bahwa rentang usia 19 anak yang melakukan seks menyimpang ini mulai dari 8 hingga 13 tahun.

Selain ada yang menjadi korban, ada juga yang menjadi pelaku. Dari keterangan keduanya, mereka melakukan aksinya setelah menonton video porno.

Video porno tersebut dimiliki oleh satu dari 19 anak-anak tersebut yang berusia 13 tahun, yang tersimpn di handphonenya.

Menurut Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Anak Universitas Muhammadiyah Bandung, Anggi Anggraeni, perilaku seks menyimpang sodomi pada anak bisa terjadi karena dorongan libidonya aktif.

Pada fase laten di usia 5-6 tahun hingga sampai mulai pubertas, dorongan libido atau libidinal harus tidur.

Dorongan libido atau libidinal merupakan dorongan seks yang nanti akan bangkit di usia remaja.

Sedangkan pada usia tersebut, terjadi perkembangan kognitif dan sosialisasi dengan pesat, di mana anak-anak akan berkembang dan banyak bersosialisasi di lingkungannya.

Jika dorongan libidinal terstimulus lebih awal pada masa itu, hal tersebut akan menjadi masalah dan akan menjadi pengalaman traumatis pada anak.

"Biasanya pelaku seksual merupakan korban pelecehan di masa lalunya, sehingga libidinonya aktif," ujar Anggi Anggraeni saat dihubungi Tribunjabar.id (grup Surya.co.id), melalui ponselnya, Kamis (25/4/2019).

Sedangkan video porno merupakan konten yang dapat mengaktifkan dan mendorong libido aktif.

Dalam otak akan menghasilkan hormon dovamin yang merupakan zat kimia dalam otak yang menyebabkan kecanduan.

Ketika menonton video porno, zat dovamin akan muncul sehingga efek emosionalnya akan menciptakan kepuasan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Psikolog Anak dan Remaja, Pamela Anggia Dewi, bahwa video porno dapat memunculkan sati zat kimia dovamin yang menstimulasi munculnya rasa senang yang sampai termanifest ke seluruh badan.

"Dalam kasus pornografi dan pengaruhnya ini, zat dovamin akan membanjiri otak dan akan membuat ketagihan," ujar Pamela Anggia Dewi saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, berdasarkan beberapa penelitian, terutama penelitian medis, memang pornografi akan memunculkan zat dovamin.

Ketika anak-anak mendapatkan paparan video porno, bisa jadi memicu keingin tahuan mereka sehingga akan mencari tahu.

Mengapa bisa terpapar video porno yang berujung kecanduan ?

Menurut Psikolog Anggi Anggraeni, anak-anak bisa terpapar video porno disebabkan beberapa hal.

Pertama bisa disebabkan karena terpapar dari lingkungan dan teman-temannya. Lingkungan merupakan tempat yang membentuk perilaku anak hingga kedepannya.

Kedua, bisa jadi anak-anak tersebut pernah menonton video porno sebelumnya, dan mengajak teman-temannya.

"Yang lebih kasian anak-anak yang terbawa-bawa, karena biasanya anak-anak diajak dan mengajak, karena bisa jadi mereka merasa video porno itu hal yang menyenangkan," ujar Anggi Anggraeni.

Psikolog Pamela Anggia Dewi juga menjelaskan bahwa ketika anak-anak sudah kecanduan, mereka akan mencari terus.

Mereka yang kecanduan akan mengalami disosiasi antara perasaan senang dan konsekuensi yang dilupakan.

"Jadi mereka yang mengalami disosiasi tidak bisa melihat dengan jelas dan objektif antara perasaan yang senang sesaat dengan konsekuensi kedepannya," ujar Pamela Anggia Dewi.

Ketika rasa zat dovamin memenuhi otak dan menyebabkan kecanduan muncul, mereka tidak akan memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, dan hanya memikirkan kesenangan yang sesaat. ( )

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul VIDEO Kronologi 19 Bocah di Garut Lakukan Hubungan Intim Menyimpang Gara-gara Nonton Film Dewasa, http://surabaya.tribunnews.com/2019/04/25/video-detik-detik-19-bocah-di-garut-lakukan-hubungan-intim-menyimpang-gara-gara-nonton-film-dewasa?page=all.

Artikel lainnya:

Seorang Nenek Tembak Mati Suaminya Karena Sering Beli Video Film Dewasa

Aksi 2 Pria Selamatkan Nyawa Bocah yang Tenggelam Ini Banjir Pujian, Ibu-ibu Terharu dan Menangis

Rumitnya Asmara Guru Honorer Budi Hartanto dan Pelaku Mutilasi, Sebelum Dibunuh Berhubungan Intim

Rekaman Video Berhubungan Intim jadi Senjata Andre Peras Pasangan Gaynya, Sudah Raup Ratusan Juta

Waduh, Seorang Pemuda dan Gadis Dipaksa Berhubungan Intim, Videonya Beredar, Ini Kata Kapolres

Like Fanpage Tribun Kaltim 

Follow Twitter Tribun Kaltim 

Follow Instagram Tribun Kaltim 

Subscribe Channel YouTube Tribun Kaltim

Editor: Budi Susilo
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved