PEFITA Guitar Trio Tampil di Balikpapan, Berpesan Agar Terus Semangat Asah Minat dan Bakat

Konser Gitar Spesial Hari Kartini gelaran Rumah Musik Etigadua, sukses dan membuat decak kagum para penontonnya, pada, Sabtu (27/4)

PEFITA Guitar Trio Tampil di Balikpapan, Berpesan Agar Terus Semangat Asah Minat dan Bakat
TribunKaltim.Co/HO/Rumah Musik Etigadu
Penampilan PEFITA Guitar Trio pada gelaran Konser Gitar Spesial Hari Kartini yang dipersembahkan oleh Rumah Musik Etigadua, pada Sabtu (27/4) di Garuda Ballroom Hotel Horison-Sagita Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Konser Gitar Spesial Hari Kartini gelaran Rumah Musik Etigadua, sukses dan membuat decak kagum para penontonnya, pada, Sabtu (27/4) di Garuda Ballroom Hotel Horison-Sagita Balikpapan.

Penampilan konser musik klasik tersebut dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama, siswa binaan Rumah Musik Etigadua tampil secara bergantian, dengan membawakan berbagai macam instrumen secara bergantian, mulai dari gitar, piano hingga biola, mulai dari memainkan instrumen baik secara solo, duet antar instrumen maupun ensemble.

Beberapa siswa binaan Rumah Musik Etigadua, yang tergabung dalam E32 Guitar Ensemble tampil awal membuka Konser Gitar Spesial Hari Kartini tersebut,

dengan membawakan lagu Bourree milik Johann Kreiger dan lagu tradisional dari Siciliana.

Selain itu, klub gitar klasik dari Pertamina Hulu Mahakam, yang tergabung dalam PHM Classical Guitar Club juga tampil menghibur ratusan penonton dengan membawakan lagu dari Soundtrack Doraemon dan lagu tradisional Dayak Kenyah Kaltim, yaitu Leleng.

Bahkan, salah satu artis pendatang baru lokal, yaitu Monica Wijaya Oei juga tampil pada sesi pertama, dengan membawakan lagu Love Me Tender milik Elvis Presley secara klasik.

Sebelum sesi kedua dimulai, Kepala Bidang Kebudayaan dan Olahraga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ganung Pratikno, memberikan apresiasi kepada Rumah Musik Etigadua

karena telah membuat satu konser klasik dengan mengajak siswa binaannya dan turut mengundang artis gitar klasik dari Yogyakarta,  sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa-siswi di Balikpapan.

"Begitu damai kita mendengarkan lagu tradisional Leleng, lagu tradisional asli miliki kita, serta melihat kompilasi dari berbagai instrumen, ternyata memang benar musik merupakan bahasa universal sehingga siapa saja dapat menikmati musik dengan suasana asyik seperti ini," ujar Ganung.

Halaman
1234
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved