PEFITA Guitar Trio Tampil di Balikpapan, Berpesan Agar Terus Semangat Asah Minat dan Bakat

Konser Gitar Spesial Hari Kartini gelaran Rumah Musik Etigadua, sukses dan membuat decak kagum para penontonnya, pada, Sabtu (27/4)

PEFITA Guitar Trio Tampil di Balikpapan, Berpesan Agar Terus Semangat Asah Minat dan Bakat
TribunKaltim.Co/HO/Rumah Musik Etigadu
Penampilan PEFITA Guitar Trio pada gelaran Konser Gitar Spesial Hari Kartini yang dipersembahkan oleh Rumah Musik Etigadua, pada Sabtu (27/4) di Garuda Ballroom Hotel Horison-Sagita Balikpapan. 

Ganung juga berteri makasih kepada orangtua siswa yang telah menghabiskan uang dan waktunya untuk memberikan nilai lebih kepada anak-anaknya dari sisi seni musik.

"Terima kasih kepada bapak ibu karena telah menyisihkan uang dan waktu mereka di Rumah Musik Etigadua.

Karena kapasitas kami di sekolah yang terbatas, yaitu ada dua hal, pertama adalah waktu mata pelajaran Seni dan Budaya yang terbatas, yang kedua pada spesifikasi gurunya.

Karena beberapa guru Seni Budaya kami berangkat dari kampus dengan latar belakang guru Tari atau guru seni lainnya.

Sehingga kami, Disdikbud berharap mudah-mudahan dari rumah musik-rumah musik di Balikpapan, khususnya Rumah Musik Etigadua dapat menumbuhkan talenta-talenta yang bisa berkiprah untuk mewakili Balikpapan, baik di provinsi, nasional hingga internasional," ujar Ganung.

Memasuki sesi kedua, yaitu sesi utama dimana PEFITA Guitar Trio tampil. Sebelumnya, masing-masing personel tampil secara solo terlebih dahulu.

Seperti Tabita Trisanta yang membawakan repertoir dari lagu Mallorca karya Isaac Albeniz.

Dilanjutkan dengan penampilan Firly Febripertiwi dengan membawakan repertoir dari lagu Fantasia Hongroise karya Johan Kaspar Mertz, dan kemudian penampilan solo mereka diakhiri dengan penampilan Nabila Rifda Alfiani dengan membawakan repertoir dari lagu Introduction et Caprice karya Giulio Regondi.

Setelah mereka tampil secara solo, akhirnya mereka tampil secara bersama, dengan membawakan 5 lagu, diantaranya Trio Per Chitara (bagian 1) - Allegro karya F. Gragnani,

lalu lagu tradisional asal kalimantan Selatan yaitu Ampar-ampar Pisang, Salud d'Amor karya Edward Elgar, Baiao de Gude karya P Bellinati dan yang terakhir adalah membawakan lagu Ibu Kita Kartini karya WR Supratman.

Halaman
1234
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved