Berita Video

VIDEO - Balikpapan Louhan Community Gelar Kontes Ikan Louhan, Ini Ragam Ikan Jenong yang Penuh Warna

Balikpapan Louhan Community mengadakan Kontes Louhan Regional Kaltim, di Plaza Balikpapan, yang digelar Jumat-Minggu (26-28/4/2019)

VIDEO - Balikpapan Louhan Community Gelar Kontes Ikan Louhan, Ini Ragam Ikan Jenong yang Penuh Warna
TRIBUNKALTIM/ Aditya Hafidz
Balikpapan Louhan Community mengadakan Kontes Louhan Regional Kaltim, di Plaza Balikpapan, yang mulai digelar sejak Jumat (27/4) dan akan berlangsung hingga Minggu (28/4). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Balikpapan Louhan Community mengadakan Kontes Louhan Regional Kaltim, di Plaza Balikpapan, yang mulai digelar sejak Jumat (26/4/2019) dan akan berlangsung hingga Minggu (28/4/2019).

Kontes ikan yang identik dengan jenong yang besar tersebut, diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari Balikpapan, Samarinda, Tana Grogot, Bontang dan Sangatta, dengan jumlah ikan louhan yang diikutkan pada kontes tersebut sebanyak 70 ikan louhan.

Untuk kontesnya dibagi menjadi 7 kelas, yaitu Cencu D, Cencu C, Cencu B, Chinghwa D, Chinghwa All Size, Super Red Dragon All Size, dan Free Marking All Size.

Untuk kelas Cencu D merupakan kelas untuk ikan louhan dengan ukuran 0-12 cm, sedangkan untuk kelas Cencu C merupakan kelas untuk ikan louhan berukuran 12,1-16 cm. Sementara untuk kelas Cencu B merupakan kelas untuk louhan berukuran 16,1-23 cm.

"Sebenarnya ada lagi kelas Cencu A, untuk ikan louhan ukuran 23 cm keatas, tetapi pada kompetisi ini belum kami masukkan dalam kategori kontes," ujar Hariadi, Ketua Balikpapan Louhan Community.

Mengenai mekanisme penilaian, Heriadi mengatakan juri akan melihat fisik ikan Louhan secara keseluruhan, mulai dari head atau kepala, color atau warna, body atau badan si ikan, marking atau garis hitam pada body, fintail atau sirip, hingga first impression.

"Tetapi secara overall, pandangan pertama saat juri melihat si ikan atau first impression menjadi satu penilaian yang dominan, sebelum setelahnya menilai fisik si ikan," ujarnya.

Dikatakan oleh Heriadi, juri yang akan menilai para Louhan tersebut berasal dari Balikpapan dan Samarinda.

"Sebenarnya ada satu juri lagi dari Jakarta, dari Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia atau P2LI, semacam induk besar komunitas Louhan di Indonesia.

Namun karena berbenturan dengan pelaksanaan Liga juga di Jakarta, sepertinya berhalangan hadir," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved