WHO Imbau Balita 2-4 Tahun Tidak Boleh Menatap Layar Gadget Lebih dari 1 Jam, Bisa Berakibat Fatal

Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) baru-baru ini mengeluarkan pedoman terbaru mengenai penggunaan smartphone pada anak balita.

WHO Imbau Balita 2-4 Tahun Tidak Boleh Menatap Layar Gadget Lebih dari 1 Jam, Bisa Berakibat Fatal
gameskinny.com
Waspada, WHO Peringatkan Balita Usia 2-4 Tahun Tidak Boleh Menatap Layar HP Lebih dari 1 Jam, Bisa Berakibat Fatal 

TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) baru-baru ini mengeluarkan pedoman terbaru mengenai penggunaan smartphone pada anak balita.

Pada pedoman yang dikeluarkan WHO pada (24/4/2019) menghimbau pra orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka, terutama yang usia di bawah empat tahun, untuk tidak bermain dan menatap layar smartphone setiap hari.

Hal tersebut terkait banyaknya orang tua zaman sekarang yang mengizinkan anak-anak mereka untuk bermain menggunakan gadget dengan durasi yang lebih lama dari waktu yang disarankan selama ini.

Ilustrasi balita menatap layar smartphone
Ilustrasi balita menatap layar smartphone (CNN.com)

Berdasarkan pedoman tersebut, seperti dilansir TribunKaltim.co dari The Washington Post, anak balita berusia dua hingga empat tahun tidak boleh menghabiskan menatap layar smartphone lebih dari satu jam sehari.

Sementara itu untuk bayi berusia satu tahun sangat tidak diizinkan untuk menatap layar smartphone.

WHO juga memperingatkan para orang tua bahwa anak-anak saat ini telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk smartphone dan tablet mereka.

Kebiasaan bermain gadget tersebut sangat mengkhawatirkan karena anak-anak perlu berinteraksi dengan orang lain.

Ilustrasi anak-anak menatap layar smartphone
Ilustrasi anak-anak menatap layar smartphone (DW)

Dan peran orang tua adalah untuk membantu anak berinteraksi dan memiliki keterampilan bahasa dan sosial.

"Guna mencapai kesehatan untuk semua orang berarti harus melakukan yang terbaik untuk kesehatan sejak dari awal kehidupan seseorang," ujar Tedros Adhanom, Direktur Jenderal WHO.

"Anak usia dini merupakan periode perkembangan yang cepat dan masa ketika pola gaya hidup keluarga dapat diadaptasi untuk mendorong peningkatan kesehatan," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved