Ini Analisis Rhenald Kasali soal Sorotan Tajam pada Kondisi Keuangan dan Kinerja Garuda Indonesia

Guru besar UI ini membandingkan keberatan yang diajukan 2 orang komisaris Garuda (2019) dengan yang diajukan segelintir orang pada tahun 1999

Ini Analisis Rhenald Kasali soal Sorotan Tajam pada Kondisi Keuangan dan Kinerja Garuda Indonesia
HO - Garuda Indonesia Airlines
Garuda Indonesia - Bombardier CRJ1000 NextGen SkyTeam 

Ternyata banyak pihak yang tersinggung dan meminta iklan tersebut ditarik. Pasalnya, kalau kini lebih baik, berarti manajemen yang dulu tidak baik.

Begitu prasangka mereka.

Pandangan itu didukung oleh pihak-pihak dan oknum-oknum yang menjadi korban penertiban.

Mereka semua ikut menggoyang Garuda dengan tidak mempercayai kemajuan.

Maka baginya sulit mempercayai keadaan hari ini semata-mata masalah pencatatan keuangan.

Bagi seorang CEO, dalam menganalisis Bisnis airlines yang super jumbo seperti Garuda harus penuh perhitungan dan pandai membaca kepentingan, apalagi Garuda Indonesia yang omsetnya USD 4,37 Miliar atau Rp 60,7 Triliun.

Maka perlu kehati-hatian dalam membaca dan memperbaikinya.

Garuda 4.0

Guru Besar UI itu menyatakan, semua pihak harus benar-benar siap penerima perubahan.

Namun perubahan paling mendasar yang harus dituntut adalah cara berpikir.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved