Pemilu 2019

Pernah Nangani Caleg-caleg Stres, Psikolog Asal Samarinda Ini Ungkap Pemicu Caleg Stres

Tidak diketahui, apakah masih banyak caleg yang malu dan sungkan datang kepada psikolog atau ada alasan lainnya.

IST/HUMAS
Psikolog Samarinda, Yulia 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Berbeda dari Pemilu 2014 lalu, Psikolog Yulia Mangku Ningrum, M.Psi yang memiliki pengalaman menangani calon legislatif (Caleg) stres di Samarinda, tahun ini belum didatangi satupun pasien caleg stres.

Tidak diketahui, apakah masih banyak caleg yang malu dan sungkan datang kepada psikolog atau ada alasan lainnya.

Sesuai pengalaman Yulia dalam menangani caleg stres, ia mendapati adanya perlakuan khusus para caleg dalam upaya memperoleh suara kepada konstituen di mana daerah pemilihan (Dapil) caleg tersebut memperebutkan suara.

Seorang timses caleg depresi karena gagal bawa jagoannya tembus DPRD. Sosok timses ini namanya adalah Mursyid (45). Pria ini adalah seorang tim sukses, timses Pemilu 2019 dari calon anggota DPRD Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengaku mengalami depresi pada Selasa malam (23/4/2019).
Seorang timses caleg depresi karena gagal bawa jagoannya tembus DPRD. Sosok timses ini namanya adalah Mursyid (45). Pria ini adalah seorang tim sukses, timses Pemilu 2019 dari calon anggota DPRD Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengaku mengalami depresi pada Selasa malam (23/4/2019). (Kompas.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)

Tidak jarang, dikatakan Yulia, para caleg tersebut mengeluarkan 'kocek' (uang) yang cukup banyak untuk mendulang suara.

"Ekspektasi para caleg terlalu tinggi, biasanya membuat caleg tersebut menjadi stres. Ekspektasi tinggi itu bukan tanpa alasan," kata Yulia.

Janji-janji dari konstituen untuk memenangkan caleg tersebut di dapil-nya membuat hal itu terjadi.

Terlebih, caleg tersebut sudah mengeluarkan waktu, tenaga hingga dana yang cukup besar untuk meraih suara.

"Ternyata, janji tersebut hanya janji. Kenyataan di lapangan ternyata berbanding terbalik dengan ekspektasi yang diharapkan," ujar Yulia.

Tumpukan kotak suara dan kesibukan rekapitulasi di tingkat PPK di aula kantor Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (20/4/2019) malam.
Tumpukan kotak suara dan kesibukan rekapitulasi di tingkat PPK di aula kantor Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (20/4/2019) malam. (TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN)

Sehingga, caleg yang belum siap menghadapi hal tersebut akan membuat caleg menjadi stres. Hampir seluruh pasien yang ditangani merasa malu, karena gagal duduk di parlemen," lanjutnya.

Ungkapan menang dari tim pemenangan di dapil sang caleg secara terus menerus, menguatkan kemungkinan caleg tersebut akan duduk di parlemen.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved