Prostitusi Online

Sudah 20 Tahun Bisnis Prostitusi! Pasang Tarif Hingga Rp10 Juta Minta Kamar Hotel Bintang 5

Dari pengakuan tersangka kepada polisi, sang muncikari DN telah menggeluti bisnis ini selama hampir 20 tahun.

Sudah 20 Tahun Bisnis Prostitusi! Pasang Tarif Hingga Rp10 Juta Minta Kamar Hotel Bintang 5
TRIBUN KALTIM/ Muhammad Fachri
Tersangka DN alias Edo (45) Sang muncikari prostitusi online di Balikpapan saat digiring petugas dari sel tahanan menuju ruang Tipiter Polres Balikpapan, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DN alias Edo (45) sang muncikari prostitusi online yang menjual jasa seks kilat anak di bawah umur di Balikpapan diam seribu bahasa.

Saat dibawa keluar sel tahanan menuju ruang Tipiter Polres Balikpapan ia terus menunduk, Senin (29/4/2019).

Mengenakan baju tahanan oranye tak mau ia tampakkan matanya ke kamera awak media.

Bahkan ia menutupi wajah dengan kedua tangannya yang terikat borgol.

Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat melalui Kanit Tipiter Ipda Henny Purba mengatakan, DN jadi target operasi (TO) pihaknya sejak lama.

Bahkan tak hanya dugaan sebagai penyalur jasa seks kilat, ia juga diduga sebagai distributor penari striptis di Balikpapan.

"Ada yang lebih dari ini sebenarnya. Penari striptis yang diduga juga di bawah umur," kata Heny, Senin (29/4/2019) di ruang kerjanya.

Dibeberkannya, tak mudah menangkap DN yang memang dikenal sebagai penyalur wanita muda kepada hidung belang di Balikpapan.

Bahkan diketahui, dari pengakuan tersangka kepada polisi, ia telah menggeluti bisnis ini selama hampir 20 tahun.

DN dikenal licin. Buktinya polisi harus menunda sehari usai 3 wanita muda peliharaan DN ditangkap terlebih dahulu.

Muncikari DN (45) saat diamankan tim Tipdter Polres Balikpapan dipimpin Ipda Heny Purba bersama 3 wanita muda yang terlibat dalam sindikat prostiusi online di Balikpapan, Sabtu (27/4/2019).
Muncikari DN (45) saat diamankan tim Tipdter Polres Balikpapan dipimpin Ipda Heny Purba bersama 3 wanita muda yang terlibat dalam sindikat prostiusi online di Balikpapan, Sabtu (27/4/2019). (TribunKaltim.Co/HO/Tipiter Polres Balikpapan)

Ya, polisi melakukan penyamaran dengan cara menjadi pelanggan.

"Anggota saya sudah lama awasi dengan Edo. Sejak April," ujarnya.

Selain tarif yang mahal, DN juga berlakukan syarat kepada calon pelanggan pemakai anaknya (sebutan PSK online di bawah kendali muncikari).

Hotel bintang lima dan wine jadi syarat, selain pembayaran DP di awal Rp1 juta masing-masing wanita.

Awalnya, polisi hanya memesan 1 wanita.

Namun diproses pengantaran mereka mencoba memesan seorang lagi.

Ternyata bisa. Pelayanan seks kilat tersebut bisa dilakukan lebih dari 1 orang sekaligus.

"Dikasih YA usia 24 tahun. Berawal dari sana, kita minta lagi 2, boleh katanya asal cocok harga.

Harganya Rp 2 juta sampai 10 juta. Kita minta gambar.

Dikirim. Terus tanya apa saja yang disiapin?

Mereka minta kamarnya harus hotel bintang 5, sama buka wine juga.

Kita siapin, biaya deal," jelasnya.

Tiga wanita muda di bawah naungan DN kaget bukan kepalang saat sampai di kamar hotel.

Bukannya melayani lelaki hidung belang, mereka malah berurusan dengan aparat kepolisian.

Ketiganya dibawa ke kantor Polres Balikpapan.

"Tersangka DN, kami cari-cari.

Pertama aja ketemuan di coffeeshop, terus di lobi Hotel.

Mungkin dia punya firasat, langsung hilang tiba-tiba," bebernya.

Saat disanggong polisi di rumahnya pun sampai pagi, tak muncul batang hidung DN.

Polisi kemudian meminta wanita yang belum memberikan fee kepada DN untuk menghubungi tersangka. Belakangan tersangka tak mengetahui bahwa ketiga anaknya semalam dibawa kantor polisi.

"Besok paginya DN bisa kami tangkap di kawasan Puskib Balikpapan.

Yang bisa hubungi tersangka ini wanita yang dipakai, karena dia nggak curiga ditangkap polisi," tuturnya.


Pemberitaan sebelumnya, sindikat prostitusi online kembali diungkap jajaran unit Tipidter Polres Balikpapan.

Seorang mucikari berinisial DN alias Edo (45) mendekam di sel Mapolres Balikpapan.

Warga Jalan Masjid Araudah, Gunung Bahagia Balikpapan Selatan ini ditetapkan tersangka, lantaran terbukti memperjualbelikan 3 wanita penghibur lelaki hidung belang.

Ia ditangkap di kawasan BSB Balikpapan, Sabtu (27/4/2019) sekira 02.00 Wita saat hendak menawarkan jasa esek-esek wanita muda.

Bahkan satu di antara ketiga wanita yang disalurkan DN masih di bawah umur.

Mereka LV (16) dan YA (24) warga Balikpapan, serta KR (30) warga Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai saksi korban.

"Ketiganya ikut diamankan sebagai saksi dalam kasus ini," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Pengungkapan bermula saat unit Tipidter yang dipimpin Ipda Heny Purba, menerima banyak laporan terkait jasa praktik prostitusi wanita muda di wilayah Balikpapan.

Tim opsnal langsung lakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil meringkus penyedia jasa esek-esek online.

"Kami menyita barang bukti, uang tunai Rp800 ribu, handpone, dan 24 screen shoot percakapan dalam menawarkan korban," tuturnya. (*)

BACA JUGA

5 Fakta Prostitusi Online Kaltim yang Pernah Terungkap, Minta DP hingga PSK Punya Pendidikan Tinggi

Ungkap Prostitusi Online, Tawarkan Jasa Wanita di Bawah Umur di Balikpapan

Fakta Baru Prostitusi Online di Babel Terkuak, Anak Bawah Umur Ikut Terlibat & Tarifnya Buat Miris

Perkembangan Terbaru Kasus Prostitusi Online yang Jerat Vanessa Angel, Apa Kabar Avriellia Shaqqila?

Polres Bontang Buru Kelompok Prostitusi Online, Ada yang Harga Rp 700 Ribu Per Kencan

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved