VIDEO - Kapal Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi 381 di Laut Natuna, Indonesia Ajukan Protes ke Vietnam

Insiden di Laut Natuna ketika kapal Dinas Perikanan dengan sengaja menabrak KRI Tjiptadi 381 menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat Indonesia.

VIDEO - Kapal Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi 381 di Laut Natuna, Indonesia Ajukan Protes ke Vietnam
FACEBOOK
Kapal Vietnam sengaja tabrak kapal perang Indonesia KRI Tjiptadi 381 di laut Natuna Utara. Ini penjelasan resmi dari TNI AL. 

Penjelasan soal Insiden di Laut Natuna Utara

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, berdasarkan tinjauan hukum internasional, Indonesia berhak atas perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Laut Natuna Utara yang menjadi pangkal permasalahan dengan Vietnam.

Susi Pudjiastuti memaparkan, dari hasil pemeriksaan kapal ikan berbendera Vietnam atau KIAV BD 979, kapal berada pada posisi 7 mil di atas perbatasan garis Landas Kontinen Indonesia-Vietnam.

Berdasarkan Agreement between the Government of the Socialist Republic of Vietnam and the Government of the Republic of Indonesia concerning the delimitation of the continental shelf boundary (Perjanjian 2003), memberikan Indonesia batas Landas Kontinen di bawah 200 mil dari garis pangkal.

Sebagaimana pula diatur dalam UNCLOS Pasal 57, negara pantai dapat melakukan klaim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atas wilayah sampai 200 mil dari garis pangkal.

"Sehingga, Indonesia berhak untuk melakukan klaim atas wilayah ZEE yang melebihi batas Landas Kontinen yang disepakati dengan Vietnam," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berada di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017). (KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA)

Susi Pudjiastuti melanjutlan, meski belum ada kesepakatan antara dua negara terkait wilayah tersebut, klaim yang dilakukan Vietnam sangat merugikan Indonesia karena perbatasan ZEE seharusnya tidak disamakan dengan perbatasan Landas Kontinen.

Ia mengatakan, dalam beberapa kesempatan Indonesia telah mendorong pembahasan dengan Vietnam untuk menyelesaikan perbatasan ZEE.

"Tetapi Indonesia tidak melihat adanya itikad baik dari pemerintah Vietnam untuk mengakomodir pembahasan menuju penyelesaian," ungkap Susi.

Diketahui, memanasnya hubungan Indonesia dengan Vietnam memanas akibat insiden di Laut Natuna Utara.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved