Palangkaraya Gantikan Jakarta? Andrinof Chaniago: Kalau Bung Karno Hidup Lagi, Bisa Berubah Pikiran

Sebelum Joko Widodo memutuskan memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa, Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah sebut Palangkaraya

Palangkaraya Gantikan Jakarta? Andrinof Chaniago: Kalau Bung Karno Hidup Lagi, Bisa Berubah Pikiran
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, di Kantor Bappenas, Selasa (6/1/2015). 

Jawaban Inul Daratista atas pertanyaan Jokowi soal ibu kota negara pun menjadi sorotan dan dikomentari puluhan orang. 

Dalam unggahan terbaru di instagram, Presiden Jokowi menjelaskan kondisi DKI Jakarta yang saat ini memikul dua beban sekaligus, sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis.

"Apakah di masa depan kota ini masih mampu memikul beban itu?," tulis Jokowi di unggahannya, Selasa (30/4/2019). 

Dijelaskan, banyak negara yang telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan ibu kota negara. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain.

Di Indonesia, gagasan memindahkan ibu kota juga sudah muncul sejak era Presiden Soekarno, dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden, tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang.

"Kemarin di Kantor Presiden, saya menggelar rapat soal pemindahan ibu kota negara.

Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata, namun, terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju.

Pemindahan ibu kota adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar. Di antaranya mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung," tulis Jokowi. 

Selanjutnya, Jokowi menanyakan tentang ibu kota Indonesia yang sesuai menurut netizen. 

"Menurut Anda, di mana sebaiknya ibu kota negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?,"tulis Jokowi. 

Hingga Selasa (20/4/2019) siang, unggahan Jokowi ini telah disukai 349.000 kali dan dikomentari ribuan orang. 

Salah satu komentar berasal dari pedangdut Inul Daratista yang menuliskan: Kalimantan deh pak hehehee (imoji).

Unggahan Inul ini mendapat dukungan dari netizen lain yang setuju dengan pendapatnya. 

wawatdulu: @inul.d ,,, setuju Mbak

st_nurfjr: @hermaart setuju ni inti nya kalau pindah kalimantan semoga masyarakat nya tetap bisa menjaga keindahan alam kalimantan dan bisa tetap menjaga hutan dan satwa yg ada..,karna kan kalimantan terkenal dengan hutan nya yg masih lebat
31 mnt1 sukaBalas

panji_cool: @inul.d stuju

wawatdulu
@inul.d ,,, setuju Mbak
31 mntBalas

Foto profil st_nurfjr
st_nurfjr
@hermaart setuju ni inti nya kalau pindah kalimantan semoga masyarakat nya tetap bisa menjaga keindahan alam kalimantan dan bisa tetap menjaga hutan dan satwa yg ada
Inul Daratista menanggapi unggahan Jokowi.

3 Alternatif Kota

Pemerintah masih merahasiakan kota di luar Jawa yang akan menjadi ibukota negara menggantikan Jakarta.

Namun, pejabat di Kalimantan Tengah sebelumnya membocorkan bahwa ada tiga kota yang menjadi alternatif lokasi ibu kota yang baru di Kalimantan.

Tiga kota yang menjadi alternatif lokasi ibu kota yang baru yakni Palangkaraya dan sekitarnya Provinsi Kalteng, Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, serta Panajam dan sekitarnya Provinsi Kalimantan Timur.

Seperti diberitakan,  Presiden Joko Widodo (Jokowi)  memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa.

Hal itu diputuskan Jokowi dalam rapat terbatas terkait pemindahan Ibu Kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, awalnya dalam rapat itu ada tiga alternatif yang ditawarkan ke Jokowi.

Pertama, Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi daerah seputaran Istana dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Sehingga seluruh kawasan pemerintahan berada di satu tempat dan itu menciptakan efisiensi di dalam tugas koordinasi pemerintah.

Alternatif kedua, pusat pemerintahan pindah ke luar Jakarta, tetapi masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta.

Alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah kepada kawasan timur Indonesia

"Dalam rapat tadi diputuskan, Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa. Ini barangkali salah satu putusan penting yang dilahirkan hari ini," kata Bambang.

Menurut Bambang, keputusan Jokowi itu diambil dengan mempertimbangkan agar Indonesia tidak Jawa sentris.

Diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi bisa merata di setiap wilayah.

Kendati demikian, pemerintah belum memutuskan daerah mana yang akan dipilih menjadi Ibu Kota baru.

Bambang mengatakan, untuk memutuskan lokasi ini masih dibutuhkan pembahasan yang panjang.

"Dan tentunya akan dilanjutkan dengan ratas berikutnya yang akan bicara lebih teknis, bicara design, dan bicara mengenai masterplan dari kota itu sendiri," kata dia.

Persiapan pemindahan ibukota

Sebelumnya, pemerintah diketahui telah mulai melakukan persiapan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Hal itu terindikasi dari kegiatan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di sejumlah wilayah di Kalimantan.

Mengutip Antara, Sabtu (14/7/2018), Pejabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan pemerintah pusat telah mempersiapkan tiga alternatif yang menjadi lokasi baru ibu kota Indonesia.

Tiga kota yang menjadi alternatif lokasi ibu kota yang baru yakni Palangkaraya dan sekitarnya Provinsi Kalteng, Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, serta Panajam dan sekitarnya Provinsi Kalimantan Timur.

"Untuk mengkaji memilih tiga lokasi yang jadi alternatif ini, pemerintah pusat melibatkan Bank Dunia.

Alasan pelibatan Bank Dunia ini, karena pemerintah pusat menganggap lembaga itu independen dan objektif dalam mengambil keputusan," kata dia, Jumat (14/7/2018).

Sementara mengenai adanya getaran gempa di Kabupaten Katingan, Fahrizal meyakini tidak akan mempengaruhi rencana memindahkan ibu kota Indonesia ke wilayah ini.

Sebab, getaran gempa tersebut tidak terlalu berbahaya dan sangat jarang terjadi.

"Saya lahir di Kalteng ini, umur saya pun hampir 50 tahun, tapi baru kali ini mendengar ada getaran gempa.

Getarannya pun sangat sebentar. Jadi, tidak akan mempengaruhi rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia," demikian Fahrizal.

Terkait dengan pemindahan ibu kota ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, daerah yang bisa menjadi ibu kota baru harus memenuhi berbagai persyaratan.

"Yang kami lihat pertama topografi, tidak daerah banjir, bukan rawa-rawa, sampai dengan air, dan aspek kecocokan sebuah kota," ujar Sofyan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Dia menegaskan, pemilihan ibu kota baru telah diputuskan di luar Pulau Jawa.

Hanya saja daerah mana yang ditetapkan sebagai kandidat ibu kota baru, hal itu ada di tangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Dilihat kan lokasi di mana yang cocok dari sisi pemilikan lahan dan mana yang cocok untuk sebuah kota. Tapi perjalanan lebih teknis itu dilakukan Menteri Bappenas," kata Sofyan.

Sofyan menegaskan, tidak semua daerah yang di wilayah luar Jawa dapat menjadi ibu kota.

"Kami cari di luar Jawa, jadi enggak semua tanah cocok, misalnya kalo hujan banjir, jangan lagi ibu kota baru seperti itu," pungkasnya. (*)

Baca juga :

Sutopo Purwo Nugroho Tegaskan Tak Ada Hubungan Pemindahan Ibu Kota RI dengan Isu Pemilu

Sandiaga Nilai Pemindahan Ibu Kota Negara Perlu Kajian Mendalam

Australia Ikut Tanggapi Isu Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Luar Pulau Jawa

Wapres JK Sebut Wilayah di Sulawesi Lebih Pantas Jadi Ibu Kota Negara

Jawaban Sejumlah Artis Saat Jokowi Lempar Pertanyaan Seputar Lokasi Ibu Kota yang Baru

Masih Diwacanakan Indonesia, 10 Negara Ini Pernah Pindahkan Ibu Kota, Ada Rusia hingga Nigeria

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Luar Jawa, Saran Inul Daratista Dapat Banyak Dukungan.

Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved