Pengamat Hukum Internasional, Insiden KRI Tjiptadi dengan Kapal Vietnam Terjadi di Wilayah Sengketa

Pengamat hukum internasional UI Hikmahanto menyebut insiden yang melibatkan KRI Tjiptadi 381 dengan kapal vietnam terjadi di wilayah laut sengketa

Pengamat Hukum Internasional, Insiden KRI Tjiptadi dengan Kapal Vietnam Terjadi di Wilayah Sengketa
FACEBOOK
Kapal Vietnam sengaja tabrak kapal perang Indonesia KRI Tjiptadi 381 di laut Natuna Utara. Ini penjelasan resmi dari TNI AL. 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa hari terakhir, jagat maya Tanah Air dihebohkan dengan insiden ditabraknya kapal perang TNI AL, oleh kapal Vietnam.

Beragam komentar hingga penjelasan dari Markas TNI AL juga sudah beredar.

Namun, bagaimana jika insiden tersebut ditinjau dari sisi hukum intenasional?

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan,

insiden Kapal Coast Guard Vietnam dengan TNI-AL di wilayah Laut Natuna Utara terjadi karena adanya klaim tumpang tindih antara Indonesia dengan Vietnam atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Hikmahanto menjelaskan, ZEE bukanlah laut teritorial dimana berada dibawah kedaulatan negara (state sovereignty).

ZEE merupakan laut lepas dimana negara pantai mempunyai hak berdaulat (sovereign right) atas sumber daya alam yang ada di dalam kolom laut.

"Hingga saat ini antar kedua negara belum memiliki perjanjian batas ZEE," ujar Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Selasa (30/4/2019).

Akibatnya, kata dia, nelayan Vietnam bisa menangkap di wilayah tumpang tindih.

Dan akan dianggap sebagai penangkapan secara ilegal oleh otoritas Indonesia.
Demikian pula sebaliknya.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved