Minggu, 10 Mei 2026

Lantik Pejabat Baru, Bupati Berau Muharram : Inspektorat Benteng dari Temuan BPK

Bupati Berau Muharram meminta Inspektorat menjadi benteng Pemkab Berau dari temuan BPK. Inspektorat harus memerbaiki kesalahan OPD sebelum jadi temuan

Tayang:
Editor: Rafan Arif Dwinanto
tribunkaltim.co/Geafry Necolsen
Bupati Berau, Muharram melantik tiga orang pejabat struktural di Balai Mufakat, Kamis (2/5/2019). 

TANJUNG REDEB, TRIBUNKALTIM.CO – Pemkab Berau kembali melantik sejumlah pejabat struktural strategis.

Diektahui, beberapa jabatan yang mengalami kekosongan karena beberapa pejabatnya sudah memasuki masa pensiun.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu digelar secara sederhana di Balai Mufakat, Kamis (2/5/2019).

Ada tiga pejabat struktural yang dilantik, yakni masing-masing Muhammad Sanusi yang kini menjabat sebagai sekretaris di Dinas Komunikasi dan Informatika.

Nanang Bakran menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Serta Riza Fahmi yang kini menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Berau.

Muharram memberikan instruksi khusus kepada Riza Fahmi sebagai Kepala Inspektorat.

“Inspektorat ini adalah benteng sebelum pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jadi Inspektorat ini tugasnya bukan mencari-cari kesalahan, justru memperbaiki kesalahan agar tidak menjadi temuan BPK,” tegasnya.

Menurutnya, kinerja inspektorat bisa dilihat dari jumlah temuan BPK RI.

“Suatu kegagalan kalau temuan BPK semakin banyak,” imbuhnya.

Inspektorat juga bertugas untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Jangan sampai inspektorat sendiri yang ‘bermain’.

Kalau itu terjadi, bayangkan apal yang dilakukan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain,” ujarnya.

Muharram mengaku kerap mendapati selentingan, Inspektorat ‘bermain’ dengan menutup-nutup kasus penyimpangan.

“Ada yang bilang, inspektorat kan kawal (teman) sendiri (sesama Aparatur Sipil Negara).

Jadi gampang itu bisa diatur.

Bukan ditutupi tapi harus dikoreksi, diperbaiki agar tidak jadi temuan,” katanya lagi.

Selain Inspektorat, Muharram juga memberikan instruksi khusus kepada DPUPR.

“Karena PU (DPUPR) ini sering menjadi sorotan para kontraktor, sorotan anggota DPRD dan masyarakat.

Itu alasannya saya menempatkan sarjana teknik, master teknik sebagai sekretaris dan kepala dinas yang juga sarjana teknik, master teknik dan calon doktor bidang teknik.

Pendidikanya linier, sehingga benar-benar memahami teknis.

Kalau sampai ada bangunan salah hitung, cepat rusak berarti tidak menjalankan tugas dengan benar,” tegas Muharram.

Muharram mengaku sama sekali tidak memiliki kepentingan pribadi untuk menempatkan para pejabat di Dinas PU yang dikenal sebagai 'lahan basah'.

“Saya menempatkan orang sesuai kompetensinya.

Karena kalau berdasarkan kepentingan pribadi, sistim pemerintahan ini tidak akan jalan,” tandasnya. (*)

Baca Juga :

Hasil Assessment Tata Nilai Rekrutmen Bersama BUMN Diumumkan Hari Ini 2 Mei, Cek di Link Ini

22 Ucapan Selamat dan Quotes Bijak Hari Pendidikan Nasional 2019, Cocok Kirim via WA, IG dan Fb

SEJARAH HARI INI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Kenali 10 Fatwa Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Hasil Liga Champions - Barcelona vs Liverpool, Sihir Lionel Messi Buat Van Dijk Tak Berdaya

Ijtima Ulama 3 Minta Jokowi-Maruf Didiskualifikasi, Pengamat: Ini Upaya Delegitimasi KPU

Likes Fanpage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe Official YouTube Channel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved