Pemilu 2019

Ketua KPU Kaltim Tegaskan Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Tak Mencurangi Hasil Pemungutan Suara

Data terakhir 3 hari lalu, ada 331 petugas KPPS meninggal dan 2.232 yang sakit di seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua KPU Kaltim Tegaskan Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Tak Mencurangi Hasil Pemungutan Suara
TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo
Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah (kanan) usai doa bersama anggota KPPS yang gugur selama pemilu 2019. Tercatat di Kaltim ada 5 petugas KPPS dan satu personel sekretariat PPS meninggal. Sementara di nasional ada 331 KPPS meninggal, dan 2.232 sakit. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim mencatat ada 5 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan satu orang sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) meninggal dunia selama proses perhelatan pungut hitung pemilu 2019 di Kaltim.

Ini, belum ditambah 46 penyelenggara pemilu 2019 yang sakit.

Data KPU RI  terakhir 3 hari lalu, ada 331 petugas KPPS meninggal dan 2.232 yang sakit di seluruh provinsi di Indonesia.

Meski banyak petugas yang gugur menjalankan tugas negara, Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah, menyesalkan masih ada pihak-pihak yang sengaja menyebar fitnah di media sosial,

soal anggota penyelenggara yang meninggal agar tak terbongkar kecurangan-kecurangan dalam pemilu di media sosial.

Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah (kanan) usai doa bersama anggota KPPS yang gugur selama pemilu 2019. Tercatat di Kaltim ada 5 petugas KPPS dan satu personel sekretariat PPS meninggal. Sementara di nasional ada 331 KPPS meninggal, dan 2.232 sakit.
Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah (kanan) usai doa bersama anggota KPPS yang gugur selama pemilu 2019. Tercatat di Kaltim ada 5 petugas KPPS dan satu personel sekretariat PPS meninggal. Sementara di nasional ada 331 KPPS meninggal, dan 2.232 sakit. (TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo)

Padahal, mereka yang gugur menjalankan tugas dan meninggalkan sanak famili, seharusnya dibantu dan dihibur, bukanya difitnah.

"Saya ingin katakan di provinsi Kaltim, tidak ada tim kampanye 01 dan 02 yang memberikan laporan kecurangan ke Bawaslu Kaltim, nggak ada.

Jadi apa yang mau disebut curang," kata Rudiansyah, usai doa bersama bagi penyelenggara Pemilu 2019 yang gugur dan sakit, di Aula KPU Kaltim, Jumat (3/4/2019).

KPU lanjut Rudi, menjamin, selama ada laporan dugaan penyelewengan suara rakyat akan ditindaklanjuti.

Sejauh ini, laporan seperti itu, kebanyakan berasal dari penghitungan DPRD Provinsi, kota dan kabupaten.

Halaman
123
Tags
KPU Kaltim
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved