Setelah Menteri Perhubungan Menyerah, Sanggupkah Pemerintah Turunkan Tiket Penerbangan?

"Enggak bisa lagi lebih dari itu. Undang-undangnya tidak ada, di dunia manapun tidak ada regulator ngatur tarif. Tidak ada," kata dia.

Setelah Menteri Perhubungan Menyerah, Sanggupkah Pemerintah Turunkan Tiket Penerbangan?
Kompas.com
Ilsustrasi harga tiket pesawat sempat meroket pasca Natal 2018. Kini seluruh maskapai penerbangan sepakat kembali menurunkannya hingga 60 persen di berbagai rute tujua domestik. 

Setelah Menteri Perhubungan Menyerah, Sanggupkah Pemerintah Turunkan Tiket Penerbangan?

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Masalah harga tiket penerbangan yang mahal di Indonesia sejak beberapa bulan lalu belum juga apat diatasi pemerintah. 

Menteri Perhubungan sudah mengeluarkan regulasi tarif batas atas dan bawah, beberapa pekan lau. Namun tidak menyelesaikan persoalan. Harga tiket penerbangan tetap mahal. 

Menhub Budi Karya Sumadi terkesan tak mampu berbuat lebih banyak. Ia kemudian melempar bola ke menteri lain.

Jadinya, permasalahan mahalnya harga tiket pesawat hingga kini tak juga mencapai titik temu. Padahal, permasalahan ini sudah menuai polemik sejak akhir tahun 2018 lalu.

Pemerintah sendiri belum juga mengambil tindakan yang berarti untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sedangkan maskapai, tetap bersih keras enggan menurunkan harga tiket pesawat seperti sedia kala.

Alasannya, jika harga tiket pesawat diturunkan seperti semula, maskapai akan menelan kerugian. Sebab, menurut para maskapai biaya operasional perusahaan mereka terus membengkak.

Selama ini mereka bisa memberikan harga tiket yang murah dikarenakan perang harga antar maskapai. Mereka berlomba-lomba memberikan promo yang menarik kepada para penumpang demi bisa bersaing di industri penerbangan Indonesia.

Namun, lambat laun perang harga tersebut dianggap kian memberatkan. Atas dasar itulah mereka menaikkan harga tiket pesawat hingga dianggap memberatkan masyarakat.

Maskapai pun bersikeras tak ada aturan yang mereka langgar dengan harga tiket pesawat yang berlaku sekarang ini. Sebab, harga yang mereka patok masih di bawah tarif batas atas yang telah ditentukan Kementerian Perhubungan.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved