6 Fakta Rencana Pabrik Semen di Kaltim, Potensi Karst Cukup untuk 100 Tahun hingga Alasan Penolakan

Pendirian pabrik semen di Kaltim tepatnya di kawasan Karst Sekerat-Selangkau, terus menjadi perdebatan berbagai pihak.

6 Fakta Rencana Pabrik Semen di Kaltim, Potensi Karst Cukup untuk 100 Tahun hingga Alasan Penolakan
Kolase Instagram @mytrip_myadvntr
Live Streaming MTMA Minggu (5/4/2019) Pagi, Denny Sumargo Jelajahi Hutan dan Kawasan Karst di Kutai Timur 

TRIBUNKALTIM.CO - Pendirian pabrik semen di Kaltim tepatnya di kawasan Karst Sekerat-Selangkau, terus menjadi perdebatan berbagai pihak.

Meski pemerintah, baik dari Provinsi Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta masyarakat setempat setuju, namun kalangan aktivis dan mahasiswa masih terus menggelorakan semangat penolakan.

Wabup Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, area yang diusulkan menjadi kawasan pabrik semen di Kaltim dan ditambang, tidak masuk dalam area hasil delineasi Kawasan Cagar Budaya Karst Sangkulirang – Mangkalihat.

Luasan cagar budaya hanya sekitar 14.000 hektar, terdiri dari 2.000 hektar merupakan zona inti dan 12.000 hektar sebagai zona penyangga. Jumlah itu bagian dari total luasan Karst Sangkulirang –Mangkalihat yang mencapai 105.000 hektar.

“Usulan pabrik semen sudah keluar izinnya sejak 2003 lalu. Lokasinya, berada di luar cagar budaya tersebut. Karena di situ masih ada sekitar 1.071, 14 hektar dari 8.000 hektar luasan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), yang merupakan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang bisa dimanfaatkan untuk usaha,” kata Kasmidi Bulang.

Meski belakangan, terbit Peraturan Gubernur Kaltim nomor 67 tahun 2012 yang menyatakan seluruh kawasan Sekerat, masuk dalam KBAK, seluas 8.000 hektar, bukan 7.000 hektar.

“Saat ini untuk Peraturan Gubernur Kaltim tersebut sedang kita tinjau kembali. Karena hal ini berbeda dengan RTRWK Kutai Timur,” ujarnya.

Pemkab Kutim, menurut Kasmidi, pada dasarnya mendorong investasi yang masuk. Tapi tetap memikirkan dampak lingkungan.

Kalau dilihat di peta, kawasan yang 1.071,14 hektar, berada di kaki gunung tepi pantai Sekerat, bukan di bukit karst yang tinggi.

“Investor juga berjanji melakukan eksploitasi dengan pola ramah lingkungan. Mengunakan surface mining machine dan tidak membuat ledakan dalam melakukan operasionalnya. Termasuk menyisakan bukit karst minimal 82 meter di atas permukaan laut,” ujarnya.

Berikut beberapa fakta seputar rencana pembangunan pabrik semen di Kaltim yang dirangkum Tribunkaltim.co :
Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved