Penumpang PNS-BUMN, Garuda Bertahan Harga Tiket Tinggi, Menteri Pun Tak Berdaya Intervensi

Uang tiket para pejabat dan pegawai itu dibayar oleh negara dengan pola at cost. Tapi bagaimana dengan masyarakat kebanyakan?

Penumpang PNS-BUMN, Garuda Bertahan Harga Tiket Tinggi, Menteri Pun Tak Berdaya Intervensi
Istimewa
Ilustrasi Pesawat Lion Air 

Jadi, negara yang membayar. Namun, tingginya harga tiket mempunyai efek cukup luas bagi ekonomi, terutama di daerah.


KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Suasana Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang mulai ramai penumpang untuk bepergian mengisi liburan Natal dan Tahun Baru, Selasa (18/12/2018). Angkutan udara menjadi salah satu pilihan akomodasi perjalanan warga dan hal ini menjadi ajang kenaikan harga tiket sejumlah maskapai.

Penumpang Menurun
Tidak hanya pada penumpang, tingginya harga tiket pesawat juga berdampak pada kargo.

Perdagangan yang sedang tumbuh pesat dengan adanya e-dagang kini mulai berhitung kembali. Jangan sampai ongkos kirim lebih mahal daripada harga barang.

Dengan demikian, negara dirugikan lagi. Harus membayar tiket mahal, pemasukan negara melalui pajak dari perdagangan, pariwisata, dan hal lain juga berkurang.

Selama ini, maskapai memang berdarah-darah karena menjual tiket dengan harga murah. Namun, dengan harga tiket tinggi, sektor-sektor lain ikut berdarah.

Pendapatan operator bandara juga menurun karena pemasukan dari retribusi penumpang berkurang. Maskapai sendiri bahkan tidak bisa menangguk keuntungan besar karena menurunnya penumpang.

Selama ini, maskapai memang berdarah-darah karena menjual tiket dengan harga murah.

Sepuluh tahun lalu, penerbangan Indonesia masuk dalam kategori penerbangan yang keselamatannya diragukan. Eropa bahkan menolak untuk menerima kedatangan pesawat Indonesia.

Simulasi penerbangan dengan simulator Boeing 737 900 ER di Lion Village Facitily di komplek pergudangan Bandar Mas, Tangerang, Banten, Senin (12/11/2018). Pusat pelatihan bagi pilot untuk Lion Air Group ini memiliki 9 unit simulator.
Simulasi penerbangan dengan simulator Boeing 737 900 ER di Lion Village Facitily di komplek pergudangan Bandar Mas, Tangerang, Banten, Senin (12/11/2018). Pusat pelatihan bagi pilot untuk Lion Air Group ini memiliki 9 unit simulator. (KOMPAS/PRIYOMBODO)

Awalnya tidak ada yang yakin ada yang bisa membenahi masalah keselamatan ini.

Namun, setelah semua pemangku kepentingan duduk bersama dan mencari jalan keluar, penerbangan Indonesia masuk kategori aman selamat. Praktik keselamatan penerbangan Indonesia 81 persen sesuai dengan standar Badan Penerbangan Sipil Dunia (ICAO).

Saat ini, masalah besar yang harus dipecahkan adalah masalah komersial. Pemerintah membuat aturan yang mendorong pertumbuhan dan maskapai perlu mematuhi sepenuh hati. Tidak ada salahnya melihat praktik di negara lain, siapa tahu bisa menumbuhkan pemikiran baru yang lebih baik.

Kementerian BUMN Tak Bisa Intervensi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku tak bisa mengintervensi Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket pesawatnya meskipun sebagai salah satu pemegang saham di maskapai plat merah tersebut.

TribunKaltim.co mengutip Kompas.com, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan, jika pihaknya melakukan intervensi dikhawatirkan akan mempengaruhi saham Garuda.

Sebab, Garuda Indonesia merupakan perusahaan publik.

Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia (istimewa)

"Seberapa jauh pemegang saham mengintervensi ya kan. Apalagi (Garuda perusahaan) Tbk. kita bisanya imbau, intervensi enggak bisa, investor marah nanti," ujar Gatot di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Menurut Gatot, peran pemerintah dalam industri penerbangan hanya sebatas membuat regulasi. Pemerintah tak bisa ikut campur untuk meminta menurunkan harga tiket.

Kendati begitu, pada pekan depan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, manajemen Garuda Indonesia akan melakukan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomuan untuk membahas permasalahan tersebut.

Namun, Gatot tak bisa memastikan setelah rapat tersebut harga tiket pesawat akan turun.

"Belum tahu. Kan hari Senin rakor. Rapat di Menko (Perekonomian)," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan mengatakan tak bisa melakukan upaya menurunkan harga tiket pesawat di luar opsi ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Menhub justru melempar bola persoalan ke Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurut dia, Rini yang bisa meminta Garuda Indonesia menurunkan tarif.

[MARIA CLARA WRESTI]

Artikel ini telah tayang di Kompas.id dengan judul "Ribut Harga Tiket Penerbangan"

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved