Balikpapan Twin Sister Jakarta,Wawali Mengaku tak Kaget Jokowi Sebut Kaltim Soal Pemindahan Ibu Kota

"Ketika Kaltim disebut-sebut saya sudah gak kaget, bro. Sudahlah, untuk soal operasional pemerintahan gak perlu bangun bandara lagi"

Balikpapan Twin Sister Jakarta,Wawali Mengaku tak Kaget Jokowi Sebut Kaltim Soal Pemindahan Ibu Kota
Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Wakil Wali Kota Balikpapan saat ditemui Tribunkaltim.co di rumah pribadinya di Jalan Wiluyo Puspoyudo Nomor 27 RT 25, Klandasan Ulu Balikpapan Kota. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengaku tak kaget mendengar rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Apalagi satu di antara 3 nama daerah adalah Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu bukan tanpa sebab. Lantaran 2 tahun sebelum ramainya rencana pemerintah memindahkan ibu kota, Rahmad Mas'ud sempat berdiskusi dengan elite partai di pusat, mulai dari frasksi partainya sendiri hingga staf ahli kepresidenan.

Poinnya adalah mengapa pemerintahan Jokowi-JK tak melirik Kaltim? Sebelumnya hanya 2 opsi wilayah pemindahan ibu kota, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Rahmad Mas'ud sempat terlibat diskusi panjang, ia mengurai keunggulan yang dimilik Kaltim, khususnya Balikpapan dan sekitar.

Seperti berhadapan langsung dengan ALKI II yang jadi jalur perdagangan internasional. Memiliki pelabuhan bertaraf internasional. Jangan lupakan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang jadi bandara internasional satu-satunya di Kalimantan.

Sementara tengok 2 daerah lainnya, katakanlah soal perdagangan. Bila diukur dari nilai-nilai ekonomis perdagangan, ongkos transportasi Kalteng dan Kalbar bakalan jauh lebih mahal ketimbang Kaltim. Lantaran mereka tak memiliki pelabuhan laut berskala internasional, dan jalur pusat perdagangannya melalui sungai.

Bagi pelaku usaha baik eksportir maupun importir harus ikat pinggang, sebab pengeluaran tinggi. Bila seperti itu implikasi paling ujung dampaknya dirasakan masyarakat melalui harga bahan pokok kehidupan. Bisa masuk sungai, namun kapasitasnya tak bisa banyak, selain itu makan biaya besar pula.

"Kalau pelabuhan laut (internasional) di Balikpapan, mau satu gunung dimuat, jadi. Itu kan minimalkan cost transport barang," ujarnya, Minggu (5/5/2019).

"Indonesia ini negara kepulauan. Semua bahan baku (pangan, sandang dan papan) dari pulau ke pulau, sarana transportnya gunakan jalur laut," tuturnya.

Nah, apalagi saat munculnya nama Balikpapan ke permukaan, menurut Rahmad Mas'ud secara geografis wilayah kota dengan julukan Beriman ini tak perlu diragukan. Bukan lahan gambut, kata Rahmad Mas'ud. Apalagi kalau bicara fasilitas dan perangkat publik. "Sarana dan prasarananya sempurna," selorohnya sambil mengacungkan jempol.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved