Breaking News:

Pemilu 2019

Petinggi PKS Minta Presiden Jokowi segera Turunkan Tenaga Medis untuk Dampingi Petugas KPPS

Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi bertindak atas meninggalnya ratusan petugas KPPS di Pemilu Presiden 2019.

TRIBUN/HO
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi bertindak atas meninggalnya ratusan petugas KPPS di Pemilu Presiden 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi bertindak atas meninggalnya ratusan petugas KPPS di Pemilu Presiden 2019.

Salah satunya yakni dengan menyediakan anggaran darurat untuk menurunkan petugas medis mendampingi para petugas KPPS yang masih bertugas.

“Pak Presiden yang terhormat, tolong segera menyediakan anggaran darurat untuk turunkan petugas kesehatan melakukan pendampingan kepada seluruh KPPS hingga selesai penghitungan suara berlangsung,” kata Mardani, di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Melihat banyaknya jumlah korban meninggal yang mencapai 440 orang menurut Madani, presiden tidak cukup hanya menyampaikan rasa belasungkawa saja. Perlu langkah konkrit dari presiden sehingga korban tidak terus berjatuhan.

“Tidak cukup dengan berucap berduka cita, Saya mendesak segera minta anggaran darurat melalui Menteri Keuangan (Menkeu) dan koordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) untuk menerjunkan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Apalagi menurut ketua DPP PKS itu, sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Sementara perugas KPPS masih terus bekerja merekapitulasi suara.

“Kita sudah memasuki bulan Ramadhan, saya berharap tidak ada lagi korban KPPS yang meninggal ataupun sakit dan bisa menjalankan ibadah bulan sekaligus menjalankan tugas di lokasi lokasi perhitugan suara,” pungkasnya.

Berdasarkan data terbaru kata Mardani, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah 16 orang menjadi 440 orang, sedangkan sakit bertambah 120. Pertambahan ini terhitung sejak jumat malam (3/5/2019).

Berikut rincian data petugas KPPS pemilu 2019 yang meninggal dunia:

Jawa Barat (111 orang), Jawa Tengah (62), Jawa Timur (39), Banten (23, Lampung (19), Sumatera Utara (14, D.I.Y Yogyakarta (11), DKI Jakarta (22), Kalimantan Barat (10), Nusa Tenggara Timur (10), Riau (12), Sumatera Selatan (22), Aceh (7), Bengkulu (7, Sulawesi Utara (7), Kalimantan Timur (7), Kalimantan Selatan (8), Papua (6), Sulawesi Selatan (5), Jambi (5), Nusa Tenggara Barat (4) , Kalimantan Tengah (3) , Kepulauan Riau (3), Sumatera Barat (3) , Maluku (3),Bali (2), Sulawesi Tengah (1), Sulawesi Tenggara (1), Sulawesi Barat (12), Kalimantan Utara (1).

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved