Pemilu 2019

Terduga Teroris Sempat Mengaku Kejar Maling, di Gang Sempit Pilih Ledakkan Diri

Terduga teroris yang tewas dengan cara meledakkan diri sempat mengaku mengejar maling saat ditanya warga

Terduga Teroris Sempat Mengaku Kejar Maling, di Gang Sempit Pilih Ledakkan Diri
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Lokasi penangkapan terduga teroris di Jatikramat Jatiasih, Kota Bekasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JATIASIH - Terduga teroris yang tewas dengan cara meledakkan diri saat hendak ditangkap Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) di RT 01/01, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/5/2019), sempat kelabui warga setempat.

Terduga teroris mengelabui werga setempat dengan mengaku tengah mengejar maling. Saat itu, situasinya tim Densus 88 tengah mendesak pelaku yang kabur ke perkampungan warga.

"Diakan lari, lagi dikejar sama polisi terus warga lihat herankan, udah gitu banyak suara tembakan," kata Lela Helayati warga setempat yang melihat terduga teroris melarikan diri.

Terduga teroris juga sempat mengaku tengah mengejar maling saat warga ramai melihat kegaduhan di wilayah tempat tinggalnya.

"Ada warga nanya ke dia (terduga teroris) kata ada maling, dia lagi ngejar maling, terus dia ke arah dalam gang sempit," jelas dia.

Lela menambahkan, terduga teroris itu juga terlihat membawa tas ransel berwarna hitam, menggunakan kaos berwarna hitam dan celana pendek.

"Enggak lama polisi udah ramai ke sini penuh, enggak tahu jumlahnya berapa banyak, warga juga udah enggak boleh keluar suruh masuk semua ke dalam rumah," jelas dia.

Tidak lama, Lela mendengar suara ledakan dan asap mengepul dari sebuah gang kecil dekat rumah kosong yang ada di lokasi tersebut.

Martini (42), warga yang bersebelahan dengan lokasi terduga teroris meledakkan diri mengaku sempat melihat asap mengepul dan api dari dekat rumahnya.

Tini menceritakan, terduga teroris terdesak dan menyelinap di gang sempit pemisah antara rumah kosong dan tempat tinggalnya. Tidak lama setelah itu terdengar suara ledakat kecil dan api yang berasal dari gang sempit itu.

"Saya ngintip dari rumah tetangga, enggak boleh keluar soalnya sama polisi, cuma denger ledakan sama api aja," jelas dia.

Suara ledakan itu rupanya bom yang sengaja diledakkan terduga teroris. Setelah kejadian itu, Densus 88 langsung mengamankan lokasi serta jasad terduga teroris yang meledakkan diri tersebut.

"Polisi langsung ke gang sempit samping rumah saya, tahunya udah meninggal aja dimasukin ke kantong (jenazah)," tuturnya.

Tini juga sempat melihat darah berceceran di sekitar tempat terduga teroris meledakkan diri. Bekas ledakan berupa dinding yang menghitam juga masih nampak terlihat di gang sempit tersebut.

"Sekitar jam 11an polisi baru bolehin saya balik ke rumah, saya liat masih banyak darah sama bekas ledakan, ada karung juga yang bekas kebakar," jelas dia.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan penangkapan terduga teroris tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Operasi ini merupakan pengembangan dari kejadian sebelumnya di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Tadi kami mem-backup Densus terkait penangkapan yang dilakukan Densus yang ada hubungannya pengembangan di Babelan," kata Indarto, Minggu (5/5/2019).

Dia menambahkan, dalam operasi tersebut, satu orang terduga teroris berhasil ditangkap.

Sedangkan satu orang lagi tewas dengan cara meledakkan diri saat berusaha kabur dari pengejaran tim Densus 88.

"Satu orang ditangkap dalam kondisi hidup, satu lagi sebelum ditangkap meledakkan diri, sehingga meninggal dunia," jelas dia.

Adapun dua orang terduga teroris itu diduga menginap di sebuah rumah kontrakan dekat wilayah RT01/01 Jatikramat, tepatnya di Jalan Ratna.

"Sebenarnya satu titik, di Jalan Ratna tapi penangkapan pertama dengan kedua sekitar 100-200 meter, karena posisinya bareng, satu ditangkap, satu lari, kemudian dikejar terus meledakkan diri," ujarnya.

Hendak serang polisi

Dikutip dari kompas.com, jajaran Polri mengamankan tiga terduga teroris di Kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Penggerebekan tersebut terjadi Sabtu (4/5/2019) siang. Ketiga teroris tersebut berencana melakukan aksi penyerangan kepada polisi saat pemilu berlangsung.

Hal itu dibenarkan Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi Kompas.com.

"Mereka akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat Pemilu. Saat ini kasus tersebut dalam pengembangan oleh tim gabungan," ujar Dedi, Sabtu (4/5/2019).

Polisi menangkap SL (34) pukul 04:34 WIB di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V, Bahagia, Babelan, Bekasi.

"Pelaku SL ini merupakan DPO JAD Lampung," kata Dedi.

Pelaku kedua yang ditangkap berinisial AN (20) pukul 08.49 WIB di Jalan Keramat Kedongdong, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan. Tambun Selatan, Bekasi. Sedangkan pelaku ke tiga berinisial MC (28) diamankan di Jalan Waringin, Gang13 Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, Kota Tegal.

"Dua tersangka ini bertugas menyembunyikan DPO," jelas Dedi.

Hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap tiga tersangka masih berlangsung. Dia pun tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang masih berkeliaran.

Ledakan diri

Dua orang terduga teroris meninggal dunia setelah meledakkan diri saat hendak ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri, di Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/5/2019).

"Iya, dua orang (terduga teroris meninggal dunia akibat meledakkan diri)," kata Kapolres Kota Bekasi, Kombes Indarto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Penangkapan terduga teroris di Kota Bekasi itu merupakan pengembangan pengungkapan kasus terorisme di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)

"Sebelum ditangkap dia meledakkan diri, jadi meninggal dunia," ujar Indarto.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Polri mengamankan tiga terduga teroris di Kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Penggerebekan tersebut terjadi Sabtu siang.

Ketiga teroris tersebut berencana melakukan aksi penyerangan kepada polisi saat Pemilu berlangsung.

Hal itu dibenarkan Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi Kompas.com.

"Mereka akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat Pemilu. Saat ini, kasus tersebut dalam pengembangan oleh tim gabungan," ujar Dedi.

Kios Kosong

Kios Kosong di Jalan Pasar Babelan, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang digerebek Densus 88, Sabtu (4/5/2019) kemarin diduga jadi tempat perakitan bom.

Kapolsek Babelan Kompol Tata Irawan mengungkapkan, terduga teroris ditangkap di tempat terpisah, penggerebekan di kios kosong hanya mengamankan lokasi yang diduga menjadi tempat perakitan bom.

"Kalau di orangnya (terduga teroris) enggak di tangkap di sini, di sini hanya penggerbekan aja mencari barang bukti perakitan bom," jelas dia.

Dia juga menegaskan, dalam peristiwa penggerebekan itu, tidak ada baku tempat apalagi sampai menyebabkan terduga teroris meninggal dunia.

"Enggak ada hanya mengamankankan saja, karena pelakunya sudah enggak ada di tempat," tegas dia.

Tim Densus 88 yang berseberangan lengkap itu kata Tata sudah datang ke lokasi sejak dini hari. Adapun sejumlah barang bukti diduga bahan untuk merakit bom diamankan dalam penggerebekan itu.

"Saya di TKP jam setengah 6 pagi, ada beberapa yang diamankan seperti cairan sama sebuk dari dalam kios," jelas dia.

Adapun kios itu merupakan kios kosong yang sudah lama tidak digunakan oleh pemiliknya.

"Dulu pernah dipakai usaha dikontrakin tapi belakangan udah lumayan laman kios itu kosong," paparnya.

Adapun sejak kurang lebih satu minggu terdapat sejumlah orang yang mendiami kios kosong tersebut. Mereka datang tanpa melaporokan terlebih dahulu ke RT setempat.

"Belum sempet lapor izin tinggal di sana, ada sekitar dua orang sekitar satu minggu tinggal di sana, aktivitasnya enggak jelas, lebih sering tertutup kios itu walaupun udah ada penghuninya," ujarnya.

Warga Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan operasi penangkapan terduga teroris di sebuah bangunan kios di Jalan Pasar Babelan, Sabtu (4/5/2019).

Maryani warga yang tinggal dekat lokasi pengrebekan terduga teroris mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada dini hari. Dia saat itu melihat sejumlah personil kepolisian dengan senjata lengkap menggerebek TKP.

"Saya baru tahu pas mau pagi, udah banyak polisi ramia dari Densus," kata Maryani, Minggu (5/5/2019).

Dia menjelaskan, kios tempat penggerebekan terduga terorisi itu sudah lama kosong. Sejak satu minggu yang lalu, dua orang pemuda memang nampak beraktivitas di kios tersebut.

"Paling baru seminggu ditempatin lagi sebelumnya kosong udah lama, dulu pernah jadi tempat jualan kusen, bengkel, tapi abis itu kosong aja," jelas dia.

Terduga teroris yang sempat mendiami kios kosong tersebut kata Maryani cenderung tertutup tidak pernah terlihat beraktivitas atau bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Aktivitasnya enggak ada, kalau siang juga ketutup malam juga ketutup cuma ada yang tinggal di situ aja," ungkap dia.

Adapun untuk ciri-ciri terduga teroris yang mendiami kios kosong itu memiliki perawakan tinggi sedang, umur sekita 30 tahunan.

"Masih pada muda mas, cowo semua cuma jarang keliatan si saya aja yang deket satu baru sekali aja ngeliat," ucap dia.

Adapun kejadian penggerebekan kemarin kata Maryani sempat membuat geger warga. Dia bahkan beberapa kali bertanya kepada personil kepolisian yang ada di lokasi tapi tak ada jawaban secara pasti.

"Bilangnya (polisi) cuma enggak ada apa-apa, saya juga waktu itu tutup warung soalnya takut," ungkapnya.

Ketika aksi penggerebekan juga tidak suara gaduh seperti letupan senjata api, saat itu hanya terdengar suara ramai anggota personil kepolisian yang memenuhi sekitar tempat kejadian perkara.

"Enggak ada suara tembakan, cuma ramai aja polisi pada pakai senjata, kejadiankan malam (dini hari), enggak ada yang tahu persis gimana-gimananya," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Operasi Densus 88, Terduga Teroris Tewas di Jatikramat Bekasi

BACA JUGA:

Jadwal Sidang Isbat dan Live Streaming Penentuan 1 Ramadhan 1440 H/2019 di 3 TV Nasional

TERPOPULER - SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS

Soal Skill Rene Mihelic, Begini Komentar Pelatih Anyar Persib Bandung, Robert Rene Alberts

OTT KPK di Balikpapan, Febri Diansyah: Hakim Diduga Terima Suap Rp100 Juta

Hasil Latihan Bebas Kedua FP2 MotoGP Jerez 2019, Danilo Petrucci Tercepat, Valentino Rossi Tercecer

Likes dan Follow Fanspage Facebook:

Follow Twitter:

Follow Instagram:

Subscribe official YouTube Channel:

  

Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved