Liga Champions

Liverpool Vs Barcelona, Peran Wasit Asal Turki Cuneyt Cakir Bisa Jadi Penentu Kemenangan Tuan Rumah

Yang menjadi kekhawatiran bagi pendukung Liverpool adalah Cuneyt Cakir memiliki rekor tak jarang membuat rugi tim-tim Inggris

Liverpool Vs Barcelona, Peran Wasit Asal Turki Cuneyt Cakir Bisa Jadi Penentu Kemenangan Tuan Rumah
(AFP PHOTO / YURI CORTEZ)
Wasit asal Turki, Cuneyt Cakir. 

TRIBUNKALTIM.CO - Peran wasit dalam sebuah pertandingan, apapun itu, sangat vital. Dialah pengambil keputusan atau penentu kemenangan dan kekalahan sebuah tim. Demikian juga di sepak bola, ada catatan tersendiri dari para pengadil lapangan ini.

Wasit asal Turki, Cuneyt Cakir, akan memimpin laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool vs Barcelona. Bentrok Liverpool vs Barcelona menurut rencana akan dihelat di Stadion Anfield, Selasa (7/5/2019) atau Rabu mulai pukul 02.00 dini hari WIB.

Cuneyt Cakir tergolong sebagai wasit dengan jam terbang tinggi kendati usianya baru 42 tahun. Selain sudah memegang lisensi FIFA pada 2006 dan tergabung dalam wasit elite UEFA sejak 2010, Cuneyt Cakir telah memimpin 487 laga di semua kompetisi. Baik itu di ajang Liga Super Turki, Piala Dunia, Piala Eropa, Olimpiade, Liga Europa, hingga Liga Champions.

Musim ini saja, wasit kelahiran kota Istanbul ini sudah mempimpin enam laga Liga Champions. Teranyar yakni partai kedua perempat final antara Manchester City dan Tottenham Hotspur, 17 April 2019.

Yang menjadi kekhawatiran bagi pendukung Liverpool adalah Cuneyt Cakir memiliki rekor tak jarang membuat rugi tim-tim Inggris. Para wakil dari Premier League yang pernah mengalami kekalahan di tangannya adalah Chelsea (2 laga), Tottenham (2), Manchester United (2), dan Arsenal (1).

Ada juga beberapa catatan yang menegaskan kegarangannya kala memimpin laga klub-klub Inggris. Misalnya, ketika mengusir kapten John Terry kala Chelsea jumpa Barcelona pada semifinal Liga Champions musim 2011-2012. Terry dikartu merah lantaran menendang penyerang Barca, Alexis Sanchez, dengan dengkulnya saat laga baru berlangsung sekitar 30 menit.  Praktis, Chelsea berlaga di final kontra Bayern Muenchen tanpa kehadiran sang kapten.

Mantan winger Manchester United, Nani, juga pernah mendapat pengusiran dari Cuneyt Cakir pada laga babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, 5 Maret 2013. Nani dipaksa meninggalkan lapangan karena mengangkat kaki terlalu tinggi untuk menerima bola. Nahas, kaki kanannya menghunjam dada bek Madrid, Alvaro Arbeloa.  Man United yang berlaga dengan 10 pemain mulai menit ke-56, akhirnya takluk 2-3 secara agregat.

Di sisi lain, Liverpool tak pernah kalah dalam laga yang dipimpin oleh Cuneyt Cakir. Dalam pengawasannya, The Reds menang 3-2 atas Paris Saint Germain di Liga Champions pada 18 September 2018. Sebelumnya Liverpool juga mampu menekuk Borussia Dortmund 4-3 (agregat 5-4) pada perempat final Liga Europa musim 2015-2016. Adapun Barcelona memperoleh empat kemenangan dan empat hasil seri dalam delapan partai Liga Champions yang dipimpin Cuneyt Cakir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Liverpool Vs Barcelona, Cakir Bisa Jadi Pertanda Kemenangan Tuan Rumah"

BACA JUGA
 
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved