OTT KPK di Balikpapan

OTT KPK di Balikpapan, Kayat jadi Hakim Pertama Tertangkap KPK Tahun 2019 dan Catatan Hakim Lainnya

Hakim Kayat tertangkap dalam OTT KPK di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, diduga Korupsi soal kasus yang ditanganinya. Ini ada cerita hakim lainya

OTT KPK di Balikpapan, Kayat jadi Hakim Pertama Tertangkap KPK Tahun 2019 dan Catatan Hakim Lainnya
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Balikpapan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). KPK menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Balikpapan pada tahun 2018, yakni Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat, Advokat Jhonson Siburian, dan swasta, Sudarman. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - OTT KPK di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, menangkap seorang hakim. OTT KPK di Balikpapan kagetkan banyak pihak. 

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan seorang hakim Pengadilan Negeri Balikpapan jadi tersangka suap terkait pengurusan kasus pemalsuan surat usai gelar OTT KPK di Balikpapapan. 

Hakim bernama Kayat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi antirasuah pada Sabtu (4/5/2019), usai OTT KPK di Balikpapan pada sehari sebelumnya. 

KPK sangat kecewa dengan aparatur penegak hukum.

OTT KPK di Balikpapan
OTT KPK di Balikpapan (Tribunnews.com/Jeprima)

"Khususnya hakim yang melakukan korupsi,” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, saat mengumumkan status Kayat yang tertangkap dalam OTT KPK di Balikpapan.

KPK menyangka Kayat menerima suap Rp 500 juta dari Sudarman melalui pengacaranya, Jhonson Siburian.

BAWA BARANG BUKTI - Petugas KPK membawa barang bukti  dari kantor pengacara JS di kawasan Jl Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Minggu (5/5). Setelah 4,5 jam pemeriksaan di kantor pengacara JS, tim KPK membawa beberapa barang bukti Yang dilemmas dalam sebuah tas koper berukuran besar dan sebuah kardus
BAWA BARANG BUKTI - Petugas KPK membawa barang bukti dari kantor pengacara JS di kawasan Jl Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Minggu (5/5). Setelah 4,5 jam pemeriksaan di kantor pengacara JS, tim KPK membawa beberapa barang bukti Yang dilemmas dalam sebuah tas koper berukuran besar dan sebuah kardus (TribunKaltim.Co/Fachmi Rachman)

Suap itu diberikan agar Kayat memvonis bebas Sudarman yang menjadi terdakwa dalam kasus pemalsuan surat.

Sebelum Kayat, menurut data Indonesia Corruption Watch (ICW), sudah ada 20 orang hakim yang terjerat kasus Korupsi semasa kepemimpinan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali sejak 2012.

Lembaga pengawas Korupsi itu menyebut pada 2018 saja ada lima hakim yang menjadi tersangka kasus Korupsi.

Motif suapnya serupa, seorang yang tengah berperkara menyuap hakim agar putusan hakim menguntungkan dirinya.

Sosok Kayat, hakim yang tertangkap dalam OTT KPK di Balikpapan. Kini Kayat telah jadi tersangka KPK.
Sosok Kayat, hakim yang tertangkap dalam OTT KPK di Balikpapan. Kini Kayat telah jadi tersangka KPK. (Tribunnews.com/Jeprima)
Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved