OTT KPK di Balikpapan

ICW Soroti OTT KPK di Balikpapan Tangkap Kayat Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Ini Komentarnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) beri tanggapan OTT KPK di Balikpapan, tangkap Kayat, Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kalimantan Timur. Seperti ini

ICW Soroti OTT KPK di Balikpapan Tangkap Kayat Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Ini Komentarnya
Tribunnews.com/Jeprima
Sosok Kayat, hakim yang tertangkap dalam OTT KPK di Balikpapan. Kini Kayat telah jadi tersangka KPK. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Belum lama ini ada kegiatan OTT KPK di Balikpapan menangkap seorang Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Ditangkapnya hakim Pengadilan Negeri Balikpapan bernama Kayat mendapat tanggapan dari lembaga sosial masyarakat,  Indonesia Corruption Watch (ICW).

Respon masyarakat terhadap tindakan OTT KPK di Balikpapan, jelas membuat citra Pengadilan Negeri Balikpapan tercoreng. 

OTT KPK di Balikpapan terhadap hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kayat, semakin meruntuhkan citra pengadilan di mata masyarakat.

Satu di antaranya LSM ICW, atau Indonesia Corruption Watch (ICW).

Nah, Indonesia Corruption Watch (ICW), mencatat pada era Hatta Ali menjabat Ketua Mahkamah Agung, setidaknya sudah ada 20 orang Hakim yang terlibat praktik korupsi.

Logo Indonesia Corruption Watch (ICW).
Logo Indonesia Corruption Watch (ICW). (IST)

"Sudah barang tentu dengan penindakan yang dilakukan KPK terhadap oknum Hakim di Pengadilan Negeri Balikpapan akan semakin meruntuhkan citra pengadilan di mata masyarakat," kata Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Selasa (7/5/2019).

Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Balikpapan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). KPK menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Balikpapan pada tahun 2018, yakni Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat, Advokat Jhonson Siburian, dan Swasta Sudarman. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Balikpapan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). KPK menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Balikpapan pada tahun 2018, yakni Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat, Advokat Jhonson Siburian, dan Swasta Sudarman. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc. (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)

Hal tersebut terbukti dengan rilis survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2018 lalu yang menempatkan sektor pengadilan pada tiga urutan terbawah dalam lembaga rawan terjadi korupsi.

Seorang Hakim yang terlibat kasus korupsi, menurut dia, sebenarnya tidak hanya bersinggungan pada regulasi hukum saja, akan tetapi juga melanggar kode etik.

Dia menjelaskan, Pasal 12 huruf c UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyebutkan bahwa seorang hakim yang menerima hadiah.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved