Saksi Gerindra Enggan Tandatangan DB1 di 3 Dapil Samarinda, Berencana Bawa ke MK

Sekretaris Saksi Partai Gerinda Kota Samarinda, Arifuddin menolak untuk menandantangani 3 formulir rekapitulasi suara tingkat Kota Samarinda

Saksi Gerindra Enggan Tandatangan DB1 di 3 Dapil Samarinda, Berencana Bawa ke MK
TribunKaltim.Co/Nalendro Priambodo
Sekertaris Saksi Partai Gerinda Kota Samarinda, Arifuddin 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sekretaris Saksi Partai Gerinda Kota Samarinda, Arifuddin menyatakan partainya tak akan menandantangani 3 formulir rekapitulasi suara tingkat Kota di Samarinda, untuk  di Dapil 5,2 dan 3.

Alasannya, partainya merasa ada dugaan penggelembungan suara di dapil itu, yang menyebabkan suara partainya tak signifikan.

"Ngga  tahu kita, larinya (suara) masih diselidiki," kata Arifuddin Selasa (7/5/2019) petang di sela istirahat Pleno Terbuka Rekapitulasi tingkat Kota Samarinda di Hotel Mesra.

Sumber informasi itu lanjutnya,  didapat dari penelitian internal formulir DA1 dan C1 di TPS. Selain enggan bertandatangan DB1 di 3 dapil itu, partai berlogo Burung Garuda itu, berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum.

"Sampai ke Mahkamah Konstitusi kita gugat soal itu, karena aturan UU begitu," katanya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat, mengatakan, di Dapil 2, Kecamatan Loa Janan Ilir yang dipersoalkan Gerindra,

mengikut rekomendasi Bawaslu, kekeliruan sudah seluruhnya diperbaiki, dan direkap di formulir rekapitulasi tingkat kota yakni DB1.

"Semua saksi sudah setujui rekapitulasi di LJI (Loa Janan Ilir)," katanya.

Meski  dari saksi Gerindra enggan bertandatangan di formulir DB1, Firman menegaskan, KPU menghargai keputusan parpol karena sudah sesuai aturan.

"Karena tak menandatangani, tak membatalkan hasil rekapitulasi," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved