Pemilu 2019

Haris Azhar Sebut Kematian Ratusan KPPS Harus Diusut, Ini Yang Dikhawatirkan Jika Tak Dilakukan

Haris Azhar mengatakan bahwa tidak ada orang yang boleh meninggal sia-sia.

Haris Azhar Sebut Kematian Ratusan KPPS Harus Diusut, Ini Yang Dikhawatirkan Jika Tak Dilakukan
Kompas.com dan Tribun Kaltim
Jenazah Dany Faturrahman (41) petugas KPPS yang meninggal dunia setelah menunaikan tugasnya diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019). (kanan) Haris Azhar 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Lokataru, Haris Azhar mengatakan sempat mengusulkan untuk mengusut peristiwa meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Haris dalam program acara Catatan Demokrasi Kita di tvOne, Selasa (7/5/2019) malam.

Mulanya Haris mengatakan dirinya sempat mengusulkan adanya pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF), namun tidak menyatakan pernah akan membentuk TPF.

Namun, melihat negara yang kurang memberikan respons terhadap peristiwa tersebut, Haris lalu mengusulkan pembentukan TPF kepada alternatif komisi yang memiliki kekuasaan untuk melakukan pemantauan pemilu.

"Tapi negara masih diam sampai hari ini lalu saya melihat alternatif komisi-komisi negara yang punya kekuasaan atau kewenangan untuk melakukan pemantauan," ujar Haris.

"Dalam konteks elektoral ada Bawaslu, dalam konteks soal pelayanan publik ada Ombudsman, tadi katanya surat-surat keterangan dari puskemas barang kali, dalam konteks lain-lain ada Komnas HAM, KPK, dan lain-lain," sambungnya.

Menurutnya sejumlah komisi tersebut memiliki dana untuk melakukan pemantauan terhadap proses pemilu.

Dari sebelum hingga pemilu selesai dilakukan.

Untuk itulah, Haris menyampaikan usulannya untuk mengusut peristiwa ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia.

"Kita tagih saja kenapa mereka jalan sendiri-sendiri, kan itu duit rakyat semua, yang meninggal rakyat, digabung saja," tegas Haris.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved