Pemilu 2019

Kritik KPU, Dokter Ani Hasibuan: ''Udah Tahu Beban Kerja KPPS Banyak, Kok Enggak Disiapin?''

Di awal kritikannya, dokter Ani Hasibuan mengaku heran dengan banyaknya jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia.

Youtube channel Indonesia Lawyers Club
dr Ani Hasibuan 

Dengan nada lantang, Ani Hasibuan pun mengaku miris dengan peristiwa seusai Pemilu 2019.

"500 orang, satu nyawa aja dalam agama saya membunuh tanpa alasan itu sama aja dengan membunuh satu dunia. Ini ada 500 orang, dan kita mau diam ?" ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Ani Hasibuan pun memaparkan perihal temuan yang ia dapatkan langsung dari lapangan.

Yakni soal syarat untuk menjadi anggota KPPS yang terlampau mudah.

"Kalau mau dibilang pemeriksaan kesehatan, saya tanya sama mereka, gimana caranya mendaftar jadi anggota KPPS ? 'pergi aja ke puskesmas bikin surat keterangan sehat'. Diperiksa enggak ? ditensi dironsen. 'Enggak'," ungkap Ani Hasibuan.

Mengenai alasan yang diungkap salah seorang anggota KPPS, Ani Hasibuan pun menilai ada sebuah kelalaian dari pihak yang terkait.

Hal itu seolah ingin ditujukan Ani Hasibuan kepada KPU.

"Menurut saya itu lalai. Udah tahu beban kerjanya banyak, kok orangnya enggak disiapin ? Udah tahu beban kerjanya banyak, kok orang (usia) 60 masih diterima ? Mungkin enggak orang 60 tahun kerja 3 x 24 jam ?" imbuh Ani Hasibuan.

anggota KPPS di Kampung Cipayung, RT 02/02, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Arman (70) hendak dimakamkan, Kamis (25/4/2019) sore.
anggota KPPS di Kampung Cipayung, RT 02/02, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Arman (70) hendak dimakamkan, Kamis (25/4/2019) sore. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Kembali menegaskan kegusarannya, Ani Hasibuan pun akhirnya meminta KPU untuk bertanggung jawab atas musibah meninggalnya 554 petugas KPPS.

"Saya enggak ada urusan sama politik. Tapi saya minta ayo dong ini rakyat kita kok. KPU harus tanggung jawab. Urus nih yang 554 ini, kenapa meninggal," pungkasnya.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved