Kamis, 7 Mei 2026

Liga Champions

Liverpool Vs Barcelona - Kebobolan 4 Gol, Suarez Sebut Pertahanan Barca Seperti Anak-Anak

Luis Suarez mengatakan bahwa pertahanan Barcelona seperti anak-anak, saat kalah 4-0 dari Liverpool di semifinal Liga Champions.

Tayang:
Instagram/liverpoolfc
Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak je gawang Barcelona pada leg kedua Liga Champions musim 2018-2019 

TRIBUNKALTIM.CO - Luis Suarez mengatakan bahwa pertahanan Barcelona seperti anak-anak, saat kalah 4-0 dari Liverpool di semifinal Liga Champions.

Barcelona baru saja mengalami kekalahan 4-0 dari Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Dalam pertandingan tersebut, gawang Barca yang dijaga Marc-Andre Ter Stegen, harus rela bobol oleh Giorginio Wijnaldum dan Divock Origi, yang masing-masing mengemas dua gol.

Hasil tersebut membuat Barcelona harus rela kembali gagal lolos ke final Liga Champions, lantaran kalah agregat 4-3 dari Liverpool.

Dilansir BolaSport.com dari Daily Mail, usai kekalahan tersebut, para pemain Barcelona malah saling kritik.

Salah satu kritikan datang dari ujung tombak Barcelona, Luis Suarez.

Penyerang timnas Uruguay tersebut menilai pertahanan Barcelona yang bermain seperti level anak sekolahan.

Kritikan tersebut terlontar dari mulut Suarez, lantaran pertahanan Barcelona gagal mengantisipasi gol keempat Liverpool yang dilesakkan oleh Divock Origi.

Gol tersebut tercipta dari sebuah umpan tipuan yang diberikan oleh Trent Alexander-Arnold.

"Untuk gol keempat, kami seperti siswa sekolah, kami bersiap untuk menerima kritik yang bakal menghujani kami sekarang," tutur Suarez.

"Kami sangat sedih dan terluka, kami harus merasakan ini, meskipun kami profesional," ucap Suarez menambahkan.

Barcelona, yang baru saja meraih juara Liga Spanyol musim 2018-2019 merupakan satu-satunya tim yang tak terkalahkan di sepanjang gelaran Liga Champions musim ini.

Kekalahan dari The Reds menjadi kekalahan pertama bagi Blaugrana di Liga Champions.

Selain itu, kekalahan ini mengulang rekor Barcelona di musim 2017-2018, yaitu gagal lolos ke fase selanjutnya setelah unggul tiga gol lebih dulu.

Saat itu, Barcelona sempat menang 4-1 di leg pertama atas AS Roma di perempat final Liga Champions.

Namun, Giallorossi kemudian berhasil membalikkan kedudukan dengan menang 3-0 di leg kedua dan lolos ke semifinal Liga Champions.

Tendangan Sudut Ala Arnold

Liverpool baru saja memenangi laga melawan Barcelona dengan skor 4-0, namun banyak yang bertanya-tanya soal gol terakhir Liverpool yang dicetak oleh Divock Origi.

Gol terakhir The Reds datang dari umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold yang kemudian diteruskan oleh Divock Origipada menit ke-79.

Tidak sedikit yang menganggap gol tersebut kontroversial lantaran para pemain Barcelona belum siap dan wasit belum meniup peluit saat tendangan pojok dilakukan oleh Alexander Arnold.

Nyatanya, wasit tetap mengesahkan gol tersebut dan Liverpoolbisa memenangkan laga dengan skor 4-0, dan berhak lolos ke final Liga Champions.

Bagaimana Aturannya?

Tendangan sudut yang dilakukan Trent Alexander-Arnold adalah sah menurut Laws of The Game IFAB (International Football Association Board) 2018-2019.

Hal ini tercantum dalam pasal 17 soal Tendangan Sudut.

Pada bagian Prosedur poin 3, berbunyi "Bola dalam permainan (in play) letika ditendang dan secara jelas bergerak, tidak perlu meninggalkan area sudut."

Poin ini menunjukkan jika seorang pemain tak perlu menunggu peluit wasit untuk menendang tendangan penjuru.

Ini adalah kecerdikan Trent Alexander-Arnold dalam melihat peluang.

Bek berusia 20 tahun itu berlagak berjalan menjauhi sudut lapangan dan seperti akan diganti oleh Xherdan Shaqiri sebagai penendang.

Namun begitu bek Barca lengah, ia mengirim bola ke kotak penalti.

Divock Origi, dalam posisi tak terkawal, menceploskan bola dengan mudah ke gawang.

"Itu hanya aksi naluriah ketika melihat peluang," kata Arnold soal triknya, seperti dikutip BolaSport.com dari laman UEFA.

Mantan pelatih Manchester United yang kini menjadi pundit, Jose Mourinho juga menyoroti buruknya cara bertahan Barcelona sehingga tercipta gol keempat.

"Gol keempat adalah jika anda pernah melihat pemain U-14, anda akan berkata 'anak itu tertidur, tidak ada mentalitas untuk bermain sepak bola, mereka harus belajar secara dasar," kata Mourinho yang menjadi di pundit di BeIN Sports.

"Bagaimanapun kita sedang melihat salah satu pertandingan terbaik di dunia dan kebobolan gol seperti itu menunjukkan pola pikir tim anda," tambahnya.

Kemenangan atas Barcelona ini membuat Liverpool berhak melenggang ke final Liga Champions dengan agregat 4-3.

Pada laga puncak, mereka akan menghadapi pemenang laga Tottenham Hotpsur versus Ajax Amsterdam.

Jalannya Pertandingan

Liverpool FC singkirkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, Selasa (7/5/2019) waktu setempat.

Liverpool pun lolos ke final lewat permainan yang apik.

Di final, Liverpool akan menghadapi pemenang pertandingan Tottenham Hotspur versus Ajax Amsterdam.

Bermain di kandang sendiri, Anfield, Liverpool FC berhasil menggulung FC Barcelona 4-0.

Hasil tersebut sudah cukup untuk membawa The Reds maju ke final dengan agregat 4-3.

Divock Origi dan Georginio Wijnaldum jadi pahlawan kemenangan The Reds dengan masing-masing berkontribusi dua gol.

Guna mengejar defisit gol akibat kekalahan 0-3 dalam leg pertama, Liverpool memperagakan permainan menyerang sejak kick-off.

Alhasil, tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke tujuh.

Gol pertama Liverpool lahir dari sepakan Origi yang memanfaatkan bola rebound.

Setelah unggul satu bola, Si Merah justru lebih banyak tertekan.

Namun, mereka beruntung memiliki Alisson Becker yang tampil gemilang di bawah mistar gawang.

Kiper asal Brasil itu mementahkan sepakan terarah Lionel Messi pada menit ke-14.

Tiga menit berselang, ia lagi-lagi mengukir penyelamatan dengan memblok tembakan Luis Suarez.

Tak ada gol tambahan hingga wasit Cuneyt Cakir menyudahi babak pertama.

Selepas rehat, Liverpool tancap gas. Tiga gol tambahan sanggup mereka hasilkan.

Anfield bergemuruh setelah sepakan Wijnaldum membuat kedudukan jadi 2-0 pada menit ke-54.

Hanya dua menit berselang, gelandang timnas Belanda itu kembali mencatatakan namanya di papan skor lewat sebuah tandukan.

Keajaiban yang ditunggu Liverpool akhirnya terjadi ketika laga memasuki menit ke-79.

Dari situasi sepak pojok, Origi berhasil menyontek umpan kiriman Trent Alexander-Arnold ke dalam gawang Barcelona.

Keunggulan 4-0 mampu dijaga Liverpool hingga terdengar bunyi panjang peluit.

Di final, Liverpool akan menghadapi pemenang pertandingan Tottenham Hotspur versus Ajax Amsterdam.

  • Liverpool 4-0 Barcelona (Divock Origi 7', 79', Georginio Wijnaldum 54', 56')

Liverpool: 13- Alisson Becker, 4-Virgil van Dijk, 32-Joel Matip, 66-Trent-Alexander Arnold, 26-Andrew Robertson (5-Georginio Wijnaldum 46'), 3-Fabinho, 7-James Milner, 14-Jordan Henderson, 10-Sadio Mane, 23-Xherdan Shaqiri, 27-Divock Origi (12-Joe Gomez 85')

Pelatih: Juergen Klopp

Barcelona: 1-Marc-Andre Ter Stegen, 3-Gerard Pique, 4-Ivan Rakiticn (14-Malcom 80'), 5-Sergio Busquets, 22-Arturo Vidal (8-Arthur 75'), 15-Clement Lenglet, 18-Jordi Alba, 20-Sergi Roberto, 7-Philippe Coutinho (2-Nelson Semedo 60'), 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez

 Pelatih: Ernesto Valverde
Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Comeback Fantastis, Liverpool Singkirkan Barcelona dan ke Final https://www.bolasport.com/read/311719367/comeback-fantastis-liverpool-singkirkan-barcelona-dan-ke-final?page=all
Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved