Ibu Kota Baru

Pemindahan Ibu Kota Indonesia di Kalimantan Tengah, Jokowi Sebut Infrastruktur Dimulai Dari Nol Lagi

Usai dari Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo tersebut untuk tindaklanjuti soal pemindahan ibu kota Indonesia. Jokowi tinjau ke Kalimantan Tengah.

Pemindahan Ibu Kota Indonesia di Kalimantan Tengah, Jokowi Sebut Infrastruktur Dimulai Dari Nol Lagi
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Lintasan jalan aspal di pinggiran hutan Bukit Soeharto, kilometer 50, Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (1/7/2018). Kabarnya lokasi kawasan Bukti Soeharto ini bakal dijadikan tempat pemindahan ibu kota Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, PALANGKARAYA - Usai kunjungi kawasa Bukit Soeharto Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo datangi Kalimantan Tengah.

Kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut untuk tindaklanjuti soal pemindahan ibu kota Indonesia.

Wacana dan rencana pemindahan ibu kota Indonesia sudah bergulir lama dan Presiden Joko Widodo memilih pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Pulau Jawa. 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, paling siap untuk dijadikan lokasi pemindahan ibu kota Indonesia yang baru jika dilihat dari sisi keluasan wilayah.

“Mau minta 300.000 hektar siap di sini, kurang masih tambah lagi juga siap,” kata Jokowi kepada wartawan di Kabupaten Gunung Mas, Rabu (8/5/2019).

Kedatangan Jokowi ke Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah untuk meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat pemindahan ibu kota Indonesia.

Namun, soal kelayakan, Jokowi menjelaskan, saat ini masih dalam kalkulasi, kajian, dan dalam hitung-hitungan karena banyaknya aspek pertimbangan.

Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau Bukit Nyuling, Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019).
Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau Bukit Nyuling, Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019). (Antara News)

“Sekali lagi ini menyangkut aspek yang tidak satu dua. Urusan banjir mungkin di sini tidak, ya kan. Urusan gempa di sini tidak," kata Presiden Joko Widodo. 

"Tapi apa, kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol lagi, ya kan. Itu juga salah satu pertimbangan-pertimbangan masalah sosial politiknya, masalah sosiologi masyarakatnya, semuanya, semuanya dilihat semuanya,” ujar Presiden Joko Widodo lagi.

Jokowi mengatakan, terdapat kelebihan dan kekurangan dari lokasi di Bukit Soeharto, Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan di Kabupaten Gunung Mas itu yang saat ini menjadi kandidat lokasi Ibu Kota baru.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved