Stunting di Kaltara Turun Jadi 28 Persen, Ini Telah Dilakukan Dinkes

Dinas Kesehatan Kalimantan Utara mengklaim prevalensi stunting di Kalimantan Utara sudah turun menjadi 28 persen.

Stunting di Kaltara Turun Jadi 28 Persen, Ini Telah Dilakukan Dinkes
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Sejumlah anak-anak menikmati bermain air di Sungai Kayan beberapa waktu lalu. Jumlah stunting di Kaltara mengalami penurunan 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan Kalimantan Utara mengklaim prevalensi stunting di Kalimantan Utara sudah turun menjadi 28 persen.

Catatan tersebut berdasarkan hasil pemantauan status gizi yang dilaksanakan pada tahun 2018.

Tahun 2016 sebut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Usman, prevalensi stunting di provinsi termuda ini mencapai 31,6 persen.

Usman mengatakan, instansinya rutin melaksanakan progran pemberian paket makanan tambahan bagi ibu-ibu hamil di daerah-daerah pelosok.

"Sejauh ini, kita salurkan ke daerah-daerah pedalaman dan perbatasan di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan," kata Usman, Rabu (8/5/2019).

Dinas Kesehatan Kalimantan Utara tahun ini membelanjakan Rp 3,8 miliar untuk paket makanan tambahan. Selain kepada ibu hamil, paket makanan tambahan juga diberikan kepada balita.

Usman menjelaskan, penanganan stunting tidak hanya fokus pada 1000 hari pertama kehidupan, namun hingga balita berumur 2 tahun.

Di Kabupaten Malinau misalnya, tercatat 2.393 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Mengantisipasi terjadinya stunting, Dinas Kesehatan telah menyalurkan Paket Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 12.924 kilogram.

Usman mengatakan, stunting diakibatkan  beberapa hal antara lain, lingkungan kurang sehat, kemiskinan, akses air bersih yang minim, hingg sanitasi yang kurang baik.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved