Liga Champions

Cetak Tiga Gol di Semifinal Liga Champions, Lucas Moura Langkahi 4 Bintang Brasil

Hat-trick Lucas Moura berhasil membawa Tottenham Hotspurlolos ke babak final Liga Champions musim ini.

Cetak Tiga Gol di Semifinal Liga Champions, Lucas Moura Langkahi 4 Bintang Brasil
Instagram / @lucasmoura7
Winger Tottenham Instagram / @lucasmoura7 

"Saya sering bermain sepak bola di jalanan. Mimpi saya adalah menjadi pesepak bola, itulah mengapa saya tak pergi ke kehidupan jalanan yang buruk," ucap Moura.

"Saya selalu percaya saya bisa mewujudkan impian saya dan memberikan kehidupan lain untuk keluarga saya. Orang tua saya menunjukkan jalan yang baik."

"Pendidikan yang saya miliki dari mereka, dan impian saya untuk menjadi pemain sepakbola tidak pernah membiarkan saya keluar dari jalan."

"Tidak mungkin membayangkan melakukan hal lain karena saya selalu berpikir bahwa saya akan menjadi pemain bola," tutur pilar timnas Brasil tersebut.

Pada 2005, saat usianya 13 tahun, ia pindah ke klub kebanggaan kota kelahiran, Sao Paulo.

Di sana ia menghabiskan lima tahun di tim junior hingga mendapat kesempatan promosi ke tim utama pada 2010.

Mulai saat itu permainan Moura mengalami peningkatan. Bahkan, pada musim keduanya di tim utama Sao Paulo, ia mampu menorehkan sembilan gol empat assist dan 28 partai di Liga Brasil.

Atributnya sebagai penyerang sayap yang bertenaga, kreatif, memiliki akselerasi eksplosif, punya kecepatan dalam berlari, dan terampil saat menggiring membuat sejumlah klub top Eropa terpincut kepadanya.

Apalagi, ia juga termasuk pemain yang serbaguna dengan mampu berperan sebagai, sayap, penyerang, gelandang tengah, dan gelandang serang.

Manchester United dan Inter Milan terang-terangan ingin mengontrak Moura pada musim panas 2012. Kala itu usianya masih 19 tahun.

Namun, Paris Saint-Germain (PSG) yang kala itu diasuh Carlo Ancelotti, adalah tim yang memenangi berburuan sang pemain.

Moura pun menjejakkan kaki ke Parc des Princes pada Januari 2013 dengan 45 juga euro sebagai ongkosnya.

Enam tahun di PSG, Moura mempersembahkan 16 trofi domestik, termasuk empat gelar juara Liga Prancis secara beruntun mulai musim 2012-2013 hingga 2015-2016.

Hanya, porsi main yang kurang sejak kedatangan pelatih Unai Emery pada medio 2016, membuat Moura berpikir-pikir untuk bertahan. Utamanya pada musim kedua sang pelatih berkuasa.

"Momen saat itu teramat sulit, tujuh bulan terburuk sepanjang hidup saya," kata Moura pada November 2018, dilansir BolaSport.com dari ESPN.

"Saya baru saja tiba dari musim yang sangat mengesankan. Saya adalah top skor kedua tim di bawah Edinson Cavani.

"Pada musim kedua saya tak pernah dipanggil. Meski terus berlatih, saya tak pernah ada di pertandingan. Itu sangat sulit," tutur pemain berposur 172 sentimeter ini.

Bak gayung bersambut, keinginannya untuk pindah diendus pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino.

Ia resmi hengkang ke Spurs per Januari 2018 dengan biaya 25 juta euro. Mengikuti Serge Aurier yang telah bergabung dengan skuat asuhan Pochettino enam bulan sebelumnya.

Sejauh membela Tottenham, pemain berpostur 172 ini sudah mengemas 84 penampilan di semua kompetisi berikut 74 gol.

Satu catatan apiknya meski belum lama di Spurs adalah hat-trick pada laga pekan ke-34 Liga Inggris, (13/4/2019) melawan Huddersfield Town.

Moura mengabadikan namanya sebagai pencetak trigol pertama di markas anyar Spurs, Tottenham Hotspur Stadium.

Editor: Kholish Chered
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved