Pemilu 2019

Pesan Damai dan Video Caleg Gagal

ADA pemandangan baru di Kota Balikpapan dalam sepekan, yakni banyak bermunculan iklan luar ruang (baliho) berukuran besar berisikan pesan damai

Pesan Damai dan Video Caleg Gagal
HO
DR. Pitoyo. MKom, Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antaramanusia 

Oleh: Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO -  ADA pemandangan baru di Kota Balikpapan dalam sepekan ini, yakni banyak bermunculan iklan luar ruang atau baliho berukuran besar berisikan pesan damai Polisi agar Masyarakat tetap tenang dan menjaga persatuan pasca Pemilu.

Pesan tersebut tersebar di berbagai perempatan jalan, dan ternyata pesan berukuran terbesarnya ada di halaman depan Markas Besar (Mabes) Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan.

Pesan itu ajakan untuk tetap menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan setelah berlangsung pemilu, tentu guna mengantisipasi kondisi yang dinamis di negeri ini.

Setelah penayangan hasil penghitungan cepat (quick count) ternyata menyulut protes dari pendukung capres dan cawapres yang dinyatakan kalah suara. Banyak tudingan dilontarkan kepada lembaga survei penyelenggara quick count.

Situasi di dunia nyata memang tidak nampak, bahkan masyarakat seperti tidak ada masalah apapun tentang hasil pemilu. Bahkan rakyat sudah bekerja seperti biasa. Namun berbeda dengan kondisi di dunia maya, atau di jagad media sosial, begitu riuh dan seru serta memprihatinkan, karena dua kubu saling mencaci dan mencerca.

Deklarasi pemilu damai yang digelar Polres PPU
Deklarasi pemilu damai yang digelar Polres PPU (Tribun Kaltim/Samir)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran hujatan, dan yang tidak lepas dari bidikan hujatan tentu saja pemerintah. Apalagi capres No 01 adalah petahana, sehingga tudingan kecurangan mengalir deras.

Aparat keamanan tentu perlu mewasapadai kondisi kekinian yang terus berubah dan memanas, bahkan ada kecenderungan tidak sabar dalam menunggu hasil hitungan KPU pada 22 Mei 2019.

Suara sumbang sudah dikumandangkan bahwa pemilu curang hasilnya pun curang. Kondisi ini tentu sudah menjadi perhitungan matang aparat kepolisian. Tidak berlebihan bila polisi menyatakan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi yang dinamais di media sosial ini.

Tidak semua pesan yang bertebaran di dunia maya itu membuat kening mengerut ada kalanya, membuat tawa sendiri karena adanya penyebaran video lucu, namun menyedihkan.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved