Bercita-cita jadi Seorang Chef Sejak Kecil, Terinspirasi dari Sang Ibu

Gatot Tricahyo ini bercita-cita seperti anak-anak kebanyakan di zamannya. Mulai dari insinyur sampai dokter namun sampai akhirnya menjadi chef.

TRIBUN KALTIM/JINO PRAYUDI KARTONO
Executive Chef anyar Aston Balikpapan Hotel and Residence Gatot Tricahyo menceritakan pengalamannya sebagai chef. Pria satu ini dikenal sering melontarkan candaan ke karyawannya. 

TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada awalnya seorang pria bernama Gatot Tricahyo ini bercita-cita seperti anak-anak kebanyakan di zamannya.

Mulai dari insinyur sampai dokter termasuk pekerjaan mulia juga menjadi cita-cita saat masih kecil. Namuns seiring berjalannya waktu,  ia akhirnya memutuskan memilih pekerjaan sebagai seorang juru masak di hotel.

Awalnya ia melihat dari ibunda tercinta Siti Nuriati. Sang ibu yang memiliki usaha catering dan membantu masak di sebuah hajatan besar membuat ia tertarik mengikuti jejak sang bunda.

Belum lagi ia melihat profesi seorang juru masak tetap berkembang dan tidak termakan zaman. "Kapan orang berhenti makan tidak ada. Di situlah saya merasa dunia kuliner tidak ada berhentinya," kata Gatot, Jumat (10/5/2019).

Setelah lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi lokal,  ia  mencari lowongan pekerjaan di hotel . Dengan jurusan tata boga yang diambil saat di bangku kuliah, sehingga ia melamar pekerjaan sebagai juru masak.

Ia akhirnya diterima dan bekerja di salah satu hotel lokal di kawasan Malang. Sampai  empat tahun atau tepatnya di tahun 96,  ia melanjutkan kiprahnya di dunia koki dengan cara mencari pekerjaan di luar Malang.

Alasannya, karena kalau sudah terbawa zona nyaman justru membuatnya  tidak berkembang. Lalu ia mendapatkan tawaran sebagai senior cook di Hotel Mercure Surabaya.

Executive Chef anyar Aston Balikpapan Hotel and Residence Gatot Tricahyo menceritakan pengalamannya sebagai chef. Pria satu ini dikenal sering melontarkan candaan ke karyawannya.
Executive Chef anyar Aston Balikpapan Hotel and Residence Gatot Tricahyo menceritakan pengalamannya sebagai chef. Pria satu ini dikenal sering melontarkan candaan ke karyawannya. (TRIBUN KALTIM/JINO PRAYUDI KARTONO)

Selama di Surabaya ia psempat bekerja di Hotel Marriott Surabaya selama beberapa tahun. Merasa 10 tahun dengan ilmunya di hotel berbintang,  ia kembali memutuskan hijrah ke beberapa daerah untuk menambah ilmu di dunia kuliner.

Kemudian ia melamar di Hotel Grand Surya Kediri. Selama setahun di Kediri ia kembali pindah  ke Aston Palembang sebagai Assistant Chef di tahun 2008.

Setahun kemudian ia pindah lagi ke Balikpapan tepatnya di Aston Balikpapan Hotel and Residence. Lima tahun bekerja di Balikpapan,  ia ditugaskan ke Aston Cirebon di tahun 2014.

Halaman
123
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved