Mulai Besok, BPJS Kesehatan Putus Kontrak dengan RSKD Balikpapan

BPJS Kesehatan akan memutus kontrak dengan Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan mulai besok, 11 Mei 2019

Mulai Besok, BPJS Kesehatan Putus Kontrak dengan RSKD Balikpapan
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Foto loket pendaftaran di RSKD Balikpapan. Mulai Tanggal 11 Mei besok, BPJS Kesehatan tak lagi melayani karena putus kontrak dengan RSKD Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan telah memutus kontrak beberapa rumah sakit di Indonesia termasuk di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) yang berada di Jalan MT Haryono Balikpapan.

Pemutusan kontrak sementara  tersebut mulai berlaku pertanggal 11 Mei 2019, besok.

Dari informasi tersebut, pemutusan kontrak RSKD dengan BPJS Kesehatan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Pemutusan hubungan kontrak tersebut berdasar surat Kementerian Kesehatan. Bahkan Walikota Balikpapan Rizal Effendi telah menyurati BPJS Kesehatan dan RSKD untuk tidak melakukan pemutusan kontrak, karena RSKD salah satu rumah sakit rujukan di Kota Balikpapan.

"Dari keputusan ini rumah sakit tidak terpengaruh, namun saya lapor ke Walikota. Sudah ada pembicaraan internal dengan BPJS Kesehatan, mereka berpegang dengan surat Menteri Kesehatan.

Kami prinsipnya melayani semua masyarakat. Namun, kalau dirawat jalan harus ada SEP," kata Edy Iskandar Direktur RSKD yang ditemui Tribun Kaltim diruang kerjanya, Jumat (10/5/2019)

"Kalau BPJS Kesehatan memblok berarti kita kembalikan ke pasien. Hanya selama ini kami melayani dan harus ada win-win solution, kita ini sama-sama pemerintah, sama-sama melayani masyarakat. BPJS harus intropeksi kewenangan mereka menyalahkan aturan atau tidak," ujar Edy lagi.

Pasien yang berobat jalan ke poli atau pun rawat inap tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan lagi selama hubungan kontrak putus.

Adapun pasien dilarikan ke UGD yang ditanggung adalah rawat jalan UGD -nya saja, jika pasien dirawat inap maka biaya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan harus membayar secara umum atau bayar sendiri.

Edy mengatakan, keputusan itu sepihak dari BPJS Kesehatan sejauh ini RSKD masih memberikaan layanan jika pasien membawa SEP atau surat jaminan dari BPJS Kesehatan..

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved