Berusia 145 Tahun, Masjid Tertua di Kukar Ini Tetap Pertahankan Warna Cat dan Konstruksi Bangunannya

Masjid tertua di Kukar berusia 145 tahun, tetap mempertahankan keasliannya. Tak mengubah konstruksi bahkan warna catnya pun tak diganti.

Berusia 145 Tahun, Masjid Tertua di Kukar Ini Tetap Pertahankan Warna Cat dan Konstruksi Bangunannya
TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ
Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin Tenggarong ini merupakan peninggalan Kesultanan Kutai pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai Sultan Kutai ke-17 periode 1850-1899. Masjid berusia 145 tahun ini masih berdiri kokoh dan digunakan salat tarawih selama ramadan 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Masjid Jami' Aji Amir Hasanudin Tenggarong kini sudah berusia 145 tahun sejak selesai dibangun pada 1874 silam, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai Sultan Kutai ke-17 periode 1850-1899.

Masjid peninggalan Kesultanan Kutai ini masih berdiri kokoh di samping bangunan Kedaton Kesultanan Kutai di Jalan Monumen Timur Tenggarong.

Masjid tua ini ditopang 13 pilar yang menunjang interior bangunan masjid sehingga tampak kokoh.

Konon, tiang masjid ini didirikan waktu subuh sesuai kepercayaan warga Kutai.

Sedangkan sebagian besar konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu ulin yang didatangkan dari tanah hulu.

Secara fisik bangunan masjid ini tidak mengalami perubahan signifikan sejak pertama kali berdiri, bahkan kalaupun ada pemugaran karena kerusakan kecil, pihak masjid tidak sampai mengubah konstruksi bangunan aslinya.

Beberapa lantai keramik turun sekitar 3 cm akibat kondisi tanah yang labil. Pada pembangunannya dulu, lantai keramik masjid hanya direkatkan dengan pasir, tanpa semen seperti umumnya konstruksi masjid pada zaman sekarang.

"Kami hanya melakukan pengecatan ulang agar warnanya tak pudar, tetap sama sesuai warna dasarnya. Itupun harus seizin pihak kesultanan," kata

Edy Sofyansyah, Seksi Ibadah Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin.

Warna cat bangunan masjid didominasi putih, kuning dan hijau.

Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin Tenggarong ini merupakan peninggalan Kesultanan Kutai pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai Sultan Kutai ke-17 periode 1850-1899. Masjid berusia 145 tahun ini masih berdiri kokoh dan digunakan salat tarawih selama ramadhan
Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin Tenggarong ini merupakan peninggalan Kesultanan Kutai pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai Sultan Kutai ke-17 periode 1850-1899. Masjid berusia 145 tahun ini masih berdiri kokoh dan digunakan salat tarawih selama ramadhan (TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ)
Halaman
123
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved