BPJS Kesehatan Putus Kerjasama dengan RSKD Balikpapan, Pasien BPJS : Kok Seenaknya Gitu Yah

SEjumlah pasien yang sedang dirawat di RSKD Balikpapan berasa kecewa dan kesal dengan pemutusan kontrak antara BPJS Kesehatan dengan rumah sakit itu

BPJS Kesehatan Putus Kerjasama dengan RSKD Balikpapan, Pasien BPJS : Kok Seenaknya Gitu Yah
TRIBUNKALTIM/SITI ZUBAIDAH
Pintu masuk gerbang utama Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) yang beralamat di Jalan MT Haryono No.656, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, Balikpapan - Pemutusan hubungan kerjasama antar BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menuai kritikan dari kalangan masyarakat pengguna jasa BPJS kesehatan.

Pasalnya, dengan berakhirnya hubungan kontrak kerja sama tersebut, otomatis biaya perawatan pasien BPJS di RSKD Balikpapan dibebankan langsung kepada pasien yang bersangkutan.

Diketahui, pemutusan hubungan kerjasama antar BPJS Kesehatan dan RSKD Balikpapan itu mulai berlaku per tanggal 11 Mei 2019 ini atau hari ini, Sabtu.

Sutikno (34) pasien BJPS yang menjalani rawan inap di RSKD Balikpapan menyampaikan kekesalannya, dengan pemutusan hubungan kerja sama tersebut. Ia tidak setuju karena tak  adanya pemberitahuan sebelumnya dari kedua belah pihak.

"Lah seenaknya gitu yah, gak ada pemberitahuan tiba-tiba main putus gitu, terus iuaran yang sudah kita bayar tiap bulan kemana dong, kaya anak kecil saja," kesalnya

Sutikno menjelaskan, dirinya sedang menemani istrinya yang sudah 3 hari menjalani rawat inap di RSKD Balikpapan dan saat ini kondisinya sedang kritis.

Ia berkesimpulan apabila nantinya harus dibebankan biaya perawatan terhadap isterinya maka ia memilih untuk memulangkannya meski dalam kondisi kritis.

Hal itu sengaja dilakukan lantaran terbentur  keterbatasan faktor ekonomi yang tidak memungkinkan lagi membiayai perawatam isterinya, terlebih lagi sudah tiga hari menjalani perawatan di RSKD.

"Mending pulang saja istri saya kalau disuruh bayar biaya perawatan, mending saya rawat di rumah saja, kami sudah tidak punya uang lagi kalau disuruh bayar sendiri," katanya

Sementara itu, Ayu Andanina (34) pengguna jasa BPJS Kesehatan yang juga pasien RSKD Balikpapan menilai hal ini merugikan pasien, dan berharap ada respon positif dari pemerintah.

Halaman
1234
Penulis: Zainul
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved