Pemilu 2019

Derita Petugas Pemilu 2019 di Kota Samarinda, Meninggal, Stroke, Keguguran, Sampai Dipecat

Derita petugas Pemilu 2019, di Kota Samarinda. KPU Samarinda mendata ada 3 petugasnya meninggal. Ada yang stroke, keguguran, hingga dipecat dari kerja

Derita Petugas Pemilu 2019 di Kota Samarinda, Meninggal, Stroke, Keguguran, Sampai Dipecat
TribunKaltim.CO/HO
Almarhum Suharto (60), paling kiri. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, masih mendata berjenjang berapa banyak personel penyelenggara pemilu yang jatuh sakit dan meninggal pasca-pemilu serentak 17 April lalu.

Dari data yang dihimpun KPU Samarinda, ada 15 orang, gabungan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) sampai Linmas yang mengalami gangguan kesehatan pasca-pemilu.

“Rata-rata kelelahan.

ada yang stoke, patah tulang tangan pas distribusi.

Ada yang keguguran, karena kelelahan lembur menyiapkan pemilu mulai 17 pagi sampai 18 malam,” kata Komisioner KPU, Koordinator Sosialisasi, Parmas dan SDM, Najib, Sabtu (11/5/2019).

Bahkan, ada juga anggota KPPS di Kelurahan Sempaja yang dipecat dari pekerjaannya di bidang ekspedisi.

Karena kerja lembur melayani pungut hitung pada pemilu 17-18 April lalu, dan tak bisa masuk kerja keesokan harinya, karena kelelahan.

“Dipecat lewat SMS.

Itu nanti akan kita fasilitasi.

Kita belum sempat, karena terkendala waktu, 3 hari kita pleno di Kota dan dilanjut di provinsi.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved