Soal Pemberian Parcel kepada Pejabat, Ini Kata Wagub Hadi Mulyadi

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi bahwa parsel itu ada perintahnya, dan dirinya menyebutkan, saling berbagi hadiah

Soal Pemberian Parcel  kepada Pejabat, Ini Kata Wagub Hadi Mulyadi
TribunKaltim.CO/HO/ Agus
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi saat sedang melaksanakan Rapat bersama Direksi dan Pengawas RSUD Kanujoso terkait penghentian layanan oleh BPJS, Sabtu (11/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat pemerintahan dilarang keras menerima bingkisan alias parsel lebaran, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu dikarenakan, KPK memasukkan parcel ke dalam kategori gratifikasi dengan ganjaran hukuman minimal 4 tahun.

Beberapa waktu  lalu, telah beredar surat imbauan dari KPK agar gubernur dan walikota di setiap daerah mengintruksikan kepada semua pihak, untuk tidak menerima hadiah tersebut.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan, dari pandangan agama bahwa parsel itu ada perintahnya, dan dirinya menyebutkan, saling berbagi hadiah adalah upaya menunjukkan rasa kasih sayang bagi sesama manusia.

“Jadi saling memberi hadiah, sebagai bentuk saling mencintai” ucapnya, saat dihubungi melalui phonsesl selulernya, Sabtu (11/4/2019).

“Beda hal kalau didalamnya parsel itu ada uangnya, itu jelas dilarang. Misalnya 10 USD, kan jelas salah,” tambahnya.

Ia mengatakan,  parsel itu hanya berkisar Rp. 500 ribu sampai Rp 1 juta, maka apabila parcel itu ditujukan untuk sebatas menunnjukkan kepedulian, maka itu masih diperbolehkan.

Karena ia juga mengakui bahwa juga rutin memberikan parcel sebagai bentuk kepedulian.

“Kalau saya pribadi melihatnya, memberi itu sebagai tanda cinta saja dan sah-sah saja. Orang kan paling kasih parcel dikisaran Rp. 500 ribu dan paling tinggi Rp. 1 juta.

Dari dulu saya juga melakukan itu, menerima dan memberi kepada orang terdekat, keluarga dan saudara bahkan masyarakat, karena alasan tanda cinta tadi,” jelas Hadi Mulyadi.

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved