Kerjasama BPJS Kesehatan & RS Kanujoso Djatiwibowo Putus, RSUD Beriman Antisipasi Pasien Membeludak

BPJS Kesehatan dan RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan putus kerjasama maka pihak RSUD Beriman Balikpapan pun sikapi atas fenomena pasien membeludak.

Kerjasama BPJS Kesehatan & RS Kanujoso Djatiwibowo Putus, RSUD Beriman Antisipasi Pasien Membeludak
Dok Tribunkaltim.co
PELAYANAN - Seorang anak menderita DBD menjalani perawatan di RSUD Beriman Balikpapan, Kalimantan Timur belum lama ini. BPJS Kesehatan dan RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan putus kerjasama maka pihak RSUD Beriman Balikpapan pun sikapi atas fenomena pasien membeludak atau overload. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktur RSUD Beriman Balikpapan dr CI Ratih Kusuma akan mengantisipasi adanya pemutusan kontrak kerjasama BPJS Kesehatan dengan RS Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dengan menambah beberapa pelayanan, Minggu (12/5/2019)

Ratih mengatakan, dengan adanya keputusan tersebut, dipastikan jumlah pasien di RSUD Beriman Balikpapan Gunung Malang akan meningkat.

Dikhawatirkan rumah sakit tidak akan mampu menampung, alias kelebihan pasien ketimbang daya tampung yang tersedia.

Program SI PANDU di RSUD Beriman Balikpapan
Program SI PANDU di RSUD Beriman Balikpapan (Tribun Kaltim/Siti Zubaidah)

Intinya dengan kebijakan BPJS Kesehatan tetap pelayanan seperti biasa.

"Seperti yang disampaikan pak wali. Menginginkan adanya kelanjutan pelayanan di RS Kanujoso Djatiwibowo.

"Tidak ada pembatasan karena kan kondisi yang ada masyarakat memerlukan pelayanan kesehatan," kata Ratih.

Ratih menyebutkan, RS Kanujoso Djatiwibowo merupakan rumah sakit rujukan terbesar di Kalimantan Timur. Dengan kapasitas tempat tidur terbanyak.

Diakuinya, dengan tidak adanya pengurangan pelayanan di RS Kanujoso Djatiwibowo maka ada kemungkinan overload pasein dan pelayanan di RS Beriman Balikpapan.

"Itu yang kami harus antisipasi, karena kami setiap hari merujuk 5 sampai 7 pasien ke RS Kanujoso Djatiwibowo," kata Ratih.

MRI TERBARU - Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor meninjau langsung peralatan MRI terbaru saat peresmian gedung khusus pelayaan MRI di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Jumat (21/12) siang. Alat ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat sehingga tidak perlu berobat hingga ke luar pulau atau bahkan luar negeri.
MRI TERBARU - Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor meninjau langsung peralatan MRI terbaru saat peresmian gedung khusus pelayaan MRI di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Jumat (21/12) siang. Alat ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat sehingga tidak perlu berobat hingga ke luar pulau atau bahkan luar negeri. (Dok Tribunkaltim.co)


Menurutnya, kalau ada pembatasan RS Kanujoso Djatiwibowo maka nanti akan dikondisikan seperti apa selanjutnya.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved