Ramadhan 2019

Kisah 3 Agama Buka Puasa Ramadhan 2019 di Gereja, Usai Itu Umat Islam Sholat pun di Gereja

Ada 3 agama berbeda Buka Puasa bersama di sebuah gereja Anglikan St Lukas di Ras Al Khaimah, wilayah utara UEA. Momen Ramadhan 2019 jadi ajang bersatu

Kisah 3 Agama Buka Puasa Ramadhan 2019 di Gereja, Usai Itu Umat Islam Sholat pun di Gereja
freepik
ilustrasi - Menu umum Buka Puasa di bulan Ramadhan 2019. Kini ada tiga agama berbeda di Uni Emirat Arab melakukan pertemuan di bulan Ramadhan 2019. Ternyata Buka Puasa bersama di sebuah gereja Anglikan St Lukas di Ras Al Khaimah, wilayah utara UEA. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tiga agama berbeda di Uni Emirat Arab melakukan pertemuan di bulan Ramadhan 2019 ini.

Ketiga agama ini pun berkumpul dalam satu tempat di sebuah gereja, di bulan Ramadhan 2019.

Untuk apakah pertemuan itu? Ternyata tiga agama ini bersama-sama berkumpul di momen Ramadhan 2019 untuk lakukan Buka Puasa bersama Ramadhan 2019.

Sebagai praktik untuk menjadikan 2019 sebagai "Tahun Toleransi" di Uni Emirat Arab atau UEA, sekelompok ekspatriat menggelar sebuah langkah simpatik pada Kamis (9/5/2019).

Para ekspatriat yang sebagian besar berasal dari Kerala, India menggelar Buka Puasa bersama di sebuah gereja Anglikan St Lukas di Ras Al Khaimah, wilayah utara UEA.

Tak hanya digelar di gereja, acara Buka Puasa bersama Ramadhan 2019 ini juga dihadiri para tokoh dari agama Islam, Kristen, dan Hindu.

Para tokoh agama ini datang untuk berbuka puasa bersama untuk menyebarkan pesan perdamaian, cinta, dan harmoni di kalangan para ekspatriat di UEA.

Acara bertajuk "Vishu Easter and Iftar meet" itu dikelola RAK Knowledge Theatre bekerja sama degan berbagai kelompok termasuk Pusat Budaya Muslim Kerala di UEA.

Seorang pendeta Hindu Swami Sandeep Anadagiri bahkan menyempatkan terbang langsung dari Trivandrum, Kerala untuk menghadiri acara ini.

Usai berbuka puasa, peserta acara langsung menunaikan ibadah shalat di dalam gereja St Lukas, Ras Al Khaimah tempat acara digelar.
Usai berbuka puasa, peserta acara langsung menunaikan ibadah shalat di dalam gereja St Lukas, Ras Al Khaimah tempat acara digelar. (Gulf News)

"Kita membutuhkan lebih banyak ajang semacam ini untuk menyebarkan pesan cinta dan perdamaian. Sungguh mengerikan hidup dipenuhi kebencian dn kekerasan," kata Anandagiri.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved