Soal Prajurit TNI Ikut Politik Praktis, Gatot Nurmantyo: Rendah, Suatu Saat Anak Buah Dikorbankan

Gatot Nurmantyo ternyata sudah pernah memberikan peringatan keras bagi prajurit TNI untuk tidak terlibat politik praktis.

Soal Prajurit TNI Ikut Politik Praktis, Gatot Nurmantyo: Rendah, Suatu Saat Anak Buah Dikorbankan
Kolase Tribunnews.com
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. 

"Untuk pangkat dan jabatannya. Itu tabu untuk TNI, apalagi pangkat jenderal. Nggak boleh seperti itu," kata Gatot Nurmantyo.

Agar apa yang disampaikannya diingat jelas, maka kata-kata yang paling tepat untuk disebutkan kata Gatot Nurmantyo adalah 'akan dibuat merintih'.

"Saya ingatkan dengan cara yang keras, supaya ingat selalu. Kalau tentara nggak takut diancam. Tapi oh, Panglima sudah ngomong seperti itu, pasti sudah keterlaluan sekali. Itu salah satu yang tabu," kata Gatot Nurmantyo.

Pernyataan Gatot Nurmantyo bisa dilihat di menit 24.40

Punya julukan untuk Jenderal di lingkaran Presiden Jokowi

Gatot Nurmantyo dalam kesempatan tersebut juga memberikan tanggapannya terhadap para jenderal seniornya yang berada di lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Panglima TNI. Pengganti saya. Kumisnya tebal," ucap Gatot Nurmantyo saat ditunjukkan foto Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

Setelah Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dihadapkan dengan foto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Yang saya gantikan," kata Gatot Nurmantyo.

Ketika ditunjukkan foto Luhut Pandjaitan, jawaban Gatot Nurmantyo lebih panjang.

Halaman
1234
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved