Ada Video HS yang Ancam akan Penggal Kepala Presiden Indonesia, Jokowi Beri Jawaban Tegas Begini

Presiden Jokowi memberi tanggapan soal HS yang mengancam akan penggal kepalanya diumumkan di media sosial. HS sudah ditangkap di Bogor.

Ada Video HS yang Ancam akan Penggal Kepala Presiden Indonesia, Jokowi Beri Jawaban Tegas Begini
Kompas.com/Nibras Nada Nailufar
HS, pria yang mengancam Jokowi yang ramai di media sosial. Jokowi sendiri sudah mengetahui bahwa pemuda tersebut sudah diamankan aparat kepolisian di Bogor karena pernyataannya di dalam video. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hingar bingar pemberitaan seorang pria mengancam Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang akan dibunuh membuat ramai, termasuk sampai ke jagat dunia maya, media sosial

Pria yang disebut bernama HS ini mengancam akan bunuh Presiden Jokowi dengan cara memenggal kepalanya, sebuah tindakan yang dianggap sadis jika memang itu benar dilakukan. 

Namun kini, sebelum aksi itu terwujud, HS pun kemudian diringkus oleh kepolisian. 

HS, pria yang mengancam Jokowi
HS, pria yang mengancam Jokowi (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Belakangan ini di media sosial tengah viral video seorang pria yang mengancam Presiden Jokowi.

Seperti tak memiliki rasa takut, pria berinisial HS (25) tersebut mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Bila dilihat dari suasananya, video tersebut diduga diambil dalam demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI pada Jumat (10/5/2019).

Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers, polisi nyetrik di balik penangkapan pria yang ancam penggal Jokowi.
Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers, polisi nyetrik di balik penangkapan pria yang ancam penggal Jokowi. (Instagram @jacklyn_choppers)

Video tersebut kemudian dilaporkan oleh relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania pada Sabtu (11/5/2019).

Ketua Umum Tim Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video tersebut serta pembuatnya karena resah.

"Ini kan sangat meresahkan sekali. Kalau seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman. Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, tapi demokrasinya," kata Immanuel kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu.

Dalam laporannya, Immanuel menyertakan barang bukti yaitu flashdisk berisi rekaman video yang dimaksud serta gambar suasana aksi.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved