Berita Pemkab Kutai Barat
Sudah 25 Tahun Hubungkan Antar-Kampung, Warga Minta Jembatan Gantung Kelian Dalam Diganti
kondisi jembatannya saat ini sangat memprihatinkan dan sudah seharusnya diganti atau diremajakan. Usainya, terbilang tua sekitar 25 tahun.
SENDAWAR - Jembatan Gantung di Kampung Kelian Dalam Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat merupakan sarana vital yang memperlancar ativitas ekonomi dan sosial.
Kehadirannya sangat dibutuhkan dan disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata.
"Apalagi jembatan ini sebagai urat nadi kehidupan warga, dalam konektivitas antarkampung, sekaligus memberikan dorongan terhadap perkembangan ekonomi," kata Ketua BPK Kampung Kelian Dalam, Arifin T saat memperlihatkan kondisi jembatan tersebut di Kampung Kelian Dalam.
Hanya saja kondisi jembatannya saat ini sangat memprihatinkan dan sudah seharusnya diganti atau diremajakan. Usainya, terbilang tua sekitar 25 tahun.
Ditambah lagi, ada beberapa papan lantai berbahan kayu ulin mulai lapuk, serta kabel baja atau kawat sling gantungnya berkarat dan ada yang lepas.
Lepasnya kabel ini, disebabkan terkena hempasan kamparan kayu yang terseret oleh derasnya arus air. Pada posisi itu, air sungai meluap atau naik.
"Apabila tidak diperbaiki, dikhawatirkan bisa amblas. Karena tumpuan atau kekuatannya ada pada kabel bajanya saja,"terangnya.
Jembatan ini dibangun masa Pemkab Kutai dan status Pemkab Kubar saat itu masih sebagai Kantor Pemerintahan Pembantu Bupati Kabupaten Kutai.
Diketahui, jembatan gantung ini memiliki panjang sekitar 100 meter. Sedangkan lebarnya, sekitar 2 meter.
Di tepi kiri dan kanan jembatan ini dibuatkan pagar berbahan kayu ulin, jadi lebar yang digunakan beraktivitas berkurang atau menjadi sekitar 1,6 meter .
"Anggaran yang digunakan pembangunan jembatan saat itu, sekitar Rp 400 juta lebih," ingatnya.
Jembatan ini juga berada di wilayah Kampung Kelian Dalam yang merupakan kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu. Kampung ini memiliki warga berjumlah sekitar 300 lebih kepala keluarga.
Dia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat dapat segera merealisasima membangun jembatan tersebut yang bisa dilintasi kendaraan roda empat. Selama ini hanya bisa dilintasi sepeda motor.
Jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat Kampung Kelian Dalam dan sekitarnya dalam meningkatkan akses penghubung antarkampung sekaligus memberikan dorongan terhadap perkembangan ekonomi.
Selain itu, mempermudah akses warga perkampungan beraktivitas. Salah satunya, ke tempat kerja, mengurus administrasi baik ke kampung, ibukota kecamatan maupun ke ibukota kabupaten.
Sebelum adanya jembatan ini, menggunakan perahu ketinting (ces) dan melintasi jalur Sungai Kelian merupakan anak Sungai Mahakam, dengan jarak tempuh sampai ke ibukota Kecamatan Tering sekitar 3,5 jam.
Sedangkan menggunakan jalur darat melintasi jembatan gantung ini dengan sepeda motor, ke ibukota Kecamatan Tering sekitar 45 menit. (hms6)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jembatan-gantung-kelian-dalam-kubar.jpg)