Opini

Teror Narkoba Kian Sistematis

RASANYA sesak nafas, membaca berita seorang ibu rumah tangga ditangkap polisi karena terjerat kasus narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba).

Teror Narkoba  Kian Sistematis
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Wakil Pimpinan Perusahaan Tribun Kaltim, Pitoyo menjadi pembicara dalam kelas digital di SMAN 1 Samarinda, Selasa (6/11/2018). Tribun Kaltim Goes to School di SMAN 1 Samarinda. 

Oleh: Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - RASANYA sesak nafas, membaca berita seorang ibu rumah tangga ditangkap polisi karena terjerat kasus narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba). Ibu rumah tangga yang seharusnya menjadi garda utama dalam menyelamatkan generasi, justru terlibat jaringan sebagai pengedar narkoba.

Kasus yang terjadi di Balikpapan ini menghiasi laman online tribunkaltim.co (8/3/19). Ibu rumah tangga dengan inisial, FK diamankan polisi di rumahnya Jl Gunung Empat RT 21, Margomulyo, Balikpapan Barat, ini terbukti menyimpan narkoba di laci di kamarnya.

Tindakan FK ini terbukti telah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan serta memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika gol I jenis sabu.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Bahaya narkoba memang masuk ketegori extra ordinary crimes. Extra ordinary crimes dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kejahatan luar biasa atau dikenal juga sebagai pelanggran hak asasi manusia (HAM) berat.

Pelaku peredaran narkotika jenis sabu diamankan Satresnarkoba Polresta Samarinda, Jumat (5/4/2019).
Pelaku peredaran narkotika jenis sabu diamankan Satresnarkoba Polresta Samarinda, Jumat (5/4/2019). (HO/Satresnarkoba Polresta Samarinda)

Kejahatan Narkoba masuk dalam kategori suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan hak asasi manusia lain. Bahkan dalam hokum internasional masuk dalam yuridiksi International Criminal Court dan Statua Roma, mendapat hukuman seberatberatnya termasuk hukuman mati bagi pelaku kejahatan tersebut.

Hukuman dan korban sudah berjatuhan namun teror narkoba terus berlanjut, adakah yang salah dari komunikasinya? Kita tentu sering melihat spanduk atau pesan di papan reklame berukuran besar di pinggir jalan raya, Say No to Drug, dengan ilustrasi anak remaja yang lesu.

Bisa jadi pesan itu sudah demikian familiar di masyarakat. Namun apakah pesan itu efektif, ataukah apakah semua orang yang membaca pesan itu mengerti maksudnya?

Kejahatan narkoba memang beda dengan kejabatan korupsi atau teroris. Kejahatan korupsi juga kategori extra ordinary crimes, namun tidak semua orang dapat melakukan kejahatan tersebut. Korupsi bahkan dapat dibilang sebagai kejahatan kelas elit, karena pelakunya harus berlabel seorang pejabat negara.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved