Diangkat Jokowi sebagai Kepala BKKBN, Begini Respons Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo

Hasto mengaku mendapat pesan soal pengangkatan tersebut dari seorang direktur jenderal di Kementerian Kesehatan melalui pesan singkat.

Diangkat Jokowi sebagai Kepala BKKBN, Begini Respons Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo
TRIBUN JOGJA/SINGGIH WAHYU
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat memimpin prosesi bedhol dusun warga terdampak pembangunan bandara dari Desa Glagah, Sabtu (21/10/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengaku belum menerima surat keputusan pengangkatan dirinya sebagai kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Hasto belum bisa berkomentar banyak karena enggan gegabah terhadap kabar pengangkatan dirinya tersebut.

Ditemui usai bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Senin (13/5), Hasto Wardoyo menjelaskan kedatangannya adalah dalam rangka konsultasi pembangunan di Kulon Progo, bukan soal beredarnya SK pengangkatan dirinya sebagai kepala BKKBN.

Hasto menuturkan sampai saat ini dirinya belum menerima legalitas adminstrasi pengangkatan dirinya. Oleh karena itu, Hasto belum bisa menanggapi pengangkatan ini secara detail. Apalagi pemberitahuan ini hanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Yang jelas saya belum terima SK sampai saat ini sehingga belum ada komentar. Anggap saja tidak ada (surat keputusan, red),” urainya.

Hasto tidak ingin gegabah dalam mengomentari SK bernomor 33/TPA tahun 2019 tersebut.

Hasto mengaku mendapat pesan soal pengangkatan tersebut dari seorang direktur jenderal di Kementerian Kesehatan melalui pesan singkat.

"Banyak hoaks jadi hati-hati. Kalau dapat info dari sesama dokter itu belum pasti juga karena belum ada legalitas administratifnya," kata Hasto.

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi sebelumnya juga mengaku belum bisa memberikan komentar mengenai hal ini. Pihaknya tak bisa berandai-andai mengenai hal ini. "Saya tidak berandai-andai sebelum ada dokumen resmi," ujarnya.

Meski demikian, jika memang benar adanya surat yang bertuliskan pengangkatan dan diterbitkan tanggal 30 April 2019 ini, maka harus ada satu jabatan yang dipilih.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved