Liga Inggris

Sejarah Berulang, Liga Inggris Kembali Lahirkan Tiga Top Skor Sekaligus Dalam Semusim

Liga Inggris kembali menorehkan sejarah menarik. Selain kejar-kejaran angka antara Manchester City dengan Liverpool, juga melahirkan tiga top skor

Sejarah Berulang, Liga Inggris Kembali Lahirkan Tiga Top Skor Sekaligus Dalam Semusim
KOLASE TWITTER @LFC & @Arsenal
Ujung tombak Liverpool, Mohamed Salah dan ujung tombak Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. Duel Liverpool vs Arsenal akan tersaji tengah malam ini, Minggu (30/12/2018) pukul 00.30 WIB, live di beIN Sports dan RCTI. 

Manchester City memastikan diri menjadi kampiun Liga Inggris 2018-2019 setelah sukses menjaga keunggulan poin dari pesaing terdekat, Liverpool.

Kemenangan telak 4-1 yang diraih Man City atas Brighton & Hove Albion membuat raihan poin penuh yang juga dicapai Liverpool menjadi sia-sia.

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa Liverpoolsebenarnya sudah sangat dekat dengan gelar yang mereka idam-idamkan selama 29 tahun itu.

Hal itu bisa ditunjukkan dari selisih koleksi poin Liverpool dengan Man City yang cuma satu poin. Man City mengumpulkan 98 poin, sementara Liverpool mendulang 97 poin.

Melihat fakta bahwa Man City punya selisih gol lebih bagus, Liverpool sebenarnya hanya berjarak dua poin saja dari momen bersejarah pemutus paceklik gelar Liga Inggris mereka.

Menariknya, dari keunggulan dua poin itu, Man City mungkin patut berterima kasih terhadap teknologi garis gawang, salah satu alat paling mutakhir di jagat sepak bola ini.

Sebab, dua kali juga Man City diselamatkan karena disahkannya maupun dianulirnya gol krusial saat pandangan wasit yang terbatas mungkin tidak dapat memutuskannya dengan tepat.

Peristiwa pertama terjadi saat Man City menjamu Liverpool pada paruh musim kedua Liga Inggris pada Januari tahun ini.

Saat itu, kemenangan menjadi target mutlak bagi The Citizens semenjak mereka sudah tertinggal 7 poin dari The Reds yang memimpin tabel klasemen.

Kemelut di depan gawang hampir membuat Man City kebobolan lebih dahulu andai John Stones tidak sigap menyapu bola keluar.

Ya, hampir, sebab sebagian besar bola telah melewati garis gawang Man City. Hanya 11 mm (atau 1,1 cm) dari diameter bola yang berada di garis putih.

Jarak 1 cm, yang mungkin setara dengan lebar obat berbentuk kapsul, mungkin tidak akan terlalu dianggap saat membuat keputusan dengan mata telanjang.

Namun tidak demikian halnya dalam FIFA Laws of the Game, di mana dijelaskan bahwa gol dinyatakan sah jika seluruh bagian bola telah melewati garis di bawah mistar gawang.

The Citizens sendiri akhirnya menang 2-1 dan sukses memangkas gap poin dengan Liverpool menjadi empat angka saja.

Sementara peristiwa kedua terjadi saat Man City mengalahkan Burnley dengan skor tipis 1-0 pada April lalu.

Saat itu, gol Man City juga agak memicu perdebatan lantaran sepakan Sergio Aguero secara sekilas sudah dibuang keluar dari gawang oleh bek Burnley, Matthew Lowton.

Namun dengan adanya teknologi garis gawang, pemain tidak dapat melakukan protes karena wasit sudah mendapat sinyal bahwa tembakan Aguero itu dinyatakan gol.

Dalam tayangan ulang, memang terlihat bahwa jarak antara bola dan garis gawang juga sangat tipis.

Posisi titik terluar bola hanya 29,5 mm (hampir 3 cm) di belakang garis gawang saat Lowton menahan tendangan Aguero dengan menggunakan dadanya.

Memang tidak dapat disimpulkan secara saklek bahwa jika gol Liverpool disahkan maka mereka tidak akan kalah 1-2 atau Man City cuma imbang andai gol Aguero tidak dianggap.

Meski demikian, hal ini bisa menjadi gambaran bagaimana detail-detail kecil bisa menjadi pembeda dalam sebuah persaingan yang sengit.

Hanya 4 cm dan jarak itulah yang memang pantas dimanfaatkan Man City untuk menyusul perolehan poin Liverpool hingga akhirnya mempertahankan gelar juara Premier League.

Persaingan Ketat Hingga Laga Terakhir

Kombinasi poin Manchester City dan Liverpool pada klasemen Liga Inggris 2018-2019 mencetak sejarah!

Persaingan Manchester City dan Liverpool pada Liga Inggris 2018-2019 berlangsung sangat ketat.

Man City menutup kompetisi sebagai tim paling produktif dengan 95 gol.

Adapun Liverpool menyandang status selaku tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, 22 kali.

Berbicara total kemenangan, Man City juga rajanya, dengan meraup tiga poin sebanyak 32 kali.

Namun, soal kekalahan, Liverpool yang terbaik dengan hanya satu kali bertekuk lutut.

Mereka pun menyudahi Premier League musim ini sekadar berselisih satu poin.

Manchester City keluar sebagai kampiun dengan 98 poin.

Sementara itu, Liverpool membuntuti di posisi kedua lewat torehan 97 angka.

Dikutip BolaSport.com dari Opta Joe, kombinasi poin Man City dan Liverpool yang menyentuh 195 angka pada 2018-2019 mencetak sejarah karena menjadi total poin terbanyak dari tim peringkat satu dan dua pada akhir kompetisi!

Berikut ini klasemen akhir Liga Inggris 2018-2019: 

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved