Pemilu 2019

Moeldoko Pastikan Pemerintah Tak Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS, Ini Alasan Utamanya

Pemerintah tidak akan membentuk tim pencari fakta atas peristiwa ratusan petugas KPPS meninggal pada Pemilu 2019

Moeldoko Pastikan Pemerintah Tak Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS, Ini Alasan Utamanya
(KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
JENAZAH Hamim Hardiansyah (47), Ketua KPPS 31, Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kab. Cianjur, Jawa Barat saat dibawa ke rumah duka dari RSUD Sayang, Cianjur, Selasa (23/04/2019). Hamim meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas di TPS. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah memastikan tidak akan membentuk tim pencari fakta atas peristiwa ratusan petugas KPPS meninggal pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019 lalu.

Alasannya, karena menurut data Kementerian Kesehatan, ratusan petugas KPPS meninggal itu sebagian besar karena jantung, stroke.

“Penyebab kematiannya bisa dibuktikan. “Bukan karena diracun,” kata Kepala Staf Presiden (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko usai rapat dengan dengan sejumlah menteri dan pihak terkait di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (14/5) siang, seperti dilansir setkab.go.id.

Rapat yang dipimpin oleh KSP Moeldoko itu dihadiri di antaranya :

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo

- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek

- Sekretaris Jenderal KPU (Komisi Pemilihan Umum) Arif Rahman Hakim

- Perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Moeldoko menyayangkan sejumlah pihak yang menyebut banyak petugas KPPS meninggal tidak wajar karena diracun.

Kepala Staf Presiden itu menilai pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang sesat.

Halaman
1234
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved