Koordinator Gepeng Paling Dicari Aparat, Tertangkap di Kantor Satpol PP Samarinda

Shadiq, koordinator gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Samarinda yang menjadi target operasi yang dicari Satpol PP dua tahun terakhir.

TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo
Gilem menemani Shadiq (berkopiah) menjalani sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (16/5/2019). Shadiq yang koordinator Gepeng ini, divonis ringan membayar denda Rp 300 ribu. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Shadiq, koordinator gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Samarinda yang menjadi target operasi (TO) yang dicari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda selama dua tahun terakhir, akhirnya dibawa ke meja hijau.

Pria paruh baya asal Sumenep, Jawa Timur ini, divonis bersalah melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 7/2017 tentang Larangan Pemberian Uang kepada Anak Jalanan dan Pengemis di Kota Samarinda.

Ada cerita unik di balik penangkapan pria yang kini beralamat di Jalan Damanhuri, Samarinda ini.

Awalnya, petugas Satpol PP mengamankan seorang perempuan pengemis bernama Gilem (47) yang meminta-minta uang dari rumah ke rumah di kawasan Palaran, Selasa (15/5/2019) lalu.

Perempuan berperawakan kurus itu digelandang ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Mendapat informasi, anggotanya diamankan polisi penegak Perda, dengan gagah berani, Shadiq mendatangi kantor Satpol PP di komplek Pemkot Samarinda keesokan harinya.

Ia berniat membebaskan anak buahnya.

Salah satu personel Satpol PP yang mengenal persis sepak terjang Shadiq langsung melaporkan atasannya.

Singkat cerita, Shadiq langsung diinterogasi petugas dan mengakui perbuatannya.

“Di 2015, Shadiq pernah ditangkap karena kasus yang sama.

Dulu, dia membawahi 12 orang. Anak buahnya menurun jadi 5, dan kini sisa 1 orang,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Benny Hendrawan, Kamis (16/5/2019) di kantor Satpol PP Samarinda.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan uang Rp 105 ribu dan barang bukti sepeda motor yang digunakan Shadiq untuk antar jemput anak buahnya.

Dari pengakuan tersangka, Gilem, sudah 2 tahun bekerja dan tinggal di rumah Shadiq.

Rata-rata, sehari penghasilan dari mengemis di Kota Tepian – Samarinda, sekitar Rp 400-500 ribu. “Penghasilan mereka bagi dua,” kata Benny.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved