Lebaran 2019

Mudik Lebaran, Tiket.com Berikan Promo Tiket Pesawat Hingga Rp 1 juta, Pemesanan Sampai Hari Minggu

Tiket.com memberikan diskon hingga Rp 1 juta untuk berbagai rute domestik. Melansir dari laman resmi Tiket.com, promo ini hanya berlaku

Mudik Lebaran, Tiket.com Berikan Promo Tiket Pesawat Hingga Rp 1 juta, Pemesanan Sampai Hari Minggu
Capture/Tiket.com
Promo tiket pesawat untuk mudik lebaran dari Tiket.com 

 Mulai hari ini Rabu (15/5/2019) tarif batas atas tiket pesawat mengalami penurunan harga.

Penurunan harga tiket pesawat itu diberlakukan berdasarkan keputusan yang diambil setelah dilakukannya rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian bidang Perekonomian, Senin (13/5/2019).

Dalam pertemuan tersebut diputuskan tarif batas atas tiket pesawat diturunkan 12 sampai 16 persen.

Melansir dari Kompas.com, keputusan penurunan Tarif Batas Atas akan berlaku efektif sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan dengan target tanggal 15 Mei 2019 dan akan dievaluasi secara kontinu berdasarkan regulasi yang berlaku.

Keputusan ini akan tertuang dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan dan ditargetkan terbit Rabu (15/5/2019) hari ini.

Lantas berapa harga tiket pesawat pasca penurunan tarif batas atas yang ditentukan oleh Pemerintah.

Melansir dari laman penjualan tiket online Traveloka, belum ada penurunan berarti untuk harga tiket pesawat.

Terutama di musim mudik lebaran atau menjelang datangnya Idul Fitri.

Mislanya untuk rute Balikpapan-Jakarta tanggal keberangkatan 4 Juni 2019.

Harga yang ditawarkan tak berbeda dibandingkan sehari sebelumnya.

Untuk Citilink misalnya yang menjual harga tiket jurusan Balikpapan-Jakarta di tanggal 4 Juni 2019 seharga dengan harga Rp 1.870.500.

Sementara Lion Air menjual tiket rute serupa denga harga Rp 1.872.700.

Pesawat dengan kategori full service, yakni Batik Air juga menjual harga tiket yang tak terlalu berbeda di tanggal tersebut.

Rute Balikpapan-Jakarta di tanggal 4 juni 2019 dijual dengan harga Rp 1.971.700

Sedangkan untuk rute Jakarta-Surabaya yang masuk dalam jalur padat dan penerbangan antar kota di pulau Jawa, penurunan harga tiket juga tak terjadi.

Tiket Lion Air untuk tanggal 4 Juni 2019 dijual dengan harga Rp 1.224.400.

kondisi itu tak berbeda dengan sehari sebelumnya.

Harga tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya di tanggal 4 Juni 2019
Harga tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya di tanggal 4 Juni 2019 (capture/traveloka)

Garuda Indonesia Semakin Tertekan

Sementara itu melansir dari Tribunnews.com, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku berada di kondisi semakin tertekan setelah penuruan Tarif Batas Atas tersebut

"Jadi memang dengan rencana penurunan yang TBA hingga 16 persen, itu tentu saja semakin menekan Garuda," ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dihubungi, Selasa (14/5/2019) malam.

Ikhsan menjelaskan, selama lebih tiga tahun terakhir, pemerintah tidak pernah menyesuaikan tarif batas atas maupun tarif batas bawah tiket pesawat.

Padahal, biaya yang perlu dikeluarkan maskapai terus membengkak, akibat kenaikan harga avtur hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Rabu (13/2/2019).
Pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Rabu (13/2/2019). (TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI)

"Dengan situasi itu, sebenarnya struktur cost Garuda itu memang harus bermain di sekitar TBA," jelas Ikhsan.

"Nah itupun yield (keuntungan) yang kita dapat sekitar 2 persen. Karena memang maskapai marginnya tipis," imbuhnya.

Dengan penurunan TBA dari regulator, perusahaan maskapai berpelat merah itu mengaku harus memutar otak untuk mengurangi biaya operasional perusahaan.

"Kita memang harus menekan cost untuk bisa bertahan hidup. Cost-cost yang kita tekan itu pasti cost yang di luar berkaitan safety (keselamatan penumpang) atau kesejahteraan karyawan. Yang dua itu tidak boleh diganggu gugat," tegas Ikhsan.

"Otomatis kita mengacu ke cost lain, misalnya pelayanan mungkin akan kita sesuaikan. Layanan kita kan full service, ya mungkin berkaitan dengan layanan full service kita sesuaikan dengan penekanan TBA di 12-16 persen ini," pungkasnya.

Berdampak ke Pariwisata

Pemerintah memutuskan menurunkan tarif batas atas tiket pesawat. Penurunan tarif batas atas tiket pesawat ini membuat masyarakat bisa mendapatkan tarif tiket yang relatif terjangkau.

Keputusan ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (13/5).

Keputusan tersebut akan ditetapkan dalam dua hari mendatang setelah rapat koordinasi terbatas ini. Target penetapan tarif batas atas adalah 15 Mei 2019.

Budi Karya menuturkan dalam dua bulan terakhir pihaknya mengimbau maskapai penerbangan memberikan tarif tiket yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. 
Namun demikian, tarif tiket pesawat dikeluhkan masih terlalu mahal. Hal ini bahkan berdampak kepada pariwisata dan okupansi hotel.

ILUSTRASI. Area check-in atau konfirmasi tiket pesawat di bandara
ILUSTRASI. Area check-in atau konfirmasi tiket pesawat di bandara (ANTARA/AJI STYAWAN)

"Melihat hal itu tidak bisa diikuti, Pak Menko (Darmin Nasution, red) mengajak kami rapat dan kami beberapa kali mendapat kunjungan dari Kemenpar (Kementerian Pariwisata, red) berkaitan dengan dampak kepada dunia pariwisata dan perhotelan," tutur Budi.

Budi menjelaskan pengitungan penurunan tarif batas atas ini menghitung harga pokok penjualan dari maskapai penerbangan kategori full service.

Sesuai undang-undang yang berlaku, Kementerian Perhubungan dapat mengambil keputusan untuk menentukan tarif batas atas.

"Kita tetapkan batas 12 sampai 16 persen dan ini hanya diperuntukkan untuk pesawat jet, jadi tidak termasuk yang lain," jelas Budi.

Selain itu, Budi mengimbau maskapai berbiaya murah atau low-cost carrier (LCC) untuk menyesuaikan tarif.

Kenapa Harga Tiket Pesawat Dalam Negeri Lebih Mahal Ketimbang Penerbangan ke Luar Negeri? Ini Penyebabnya
Kenapa Harga Tiket Pesawat Dalam Negeri Lebih Mahal Ketimbang Penerbangan ke Luar Negeri? Ini Penyebabnya (via Citylife Madrid)

Paling tidak maskapi LCC memberikan tarif 50 persen dari tarif batas atas. Tujuannya adalah masyarakat mendapatkan tarif tiket pesawat yang relatif terjangkau.

"Semua ini kami sosialisasikan kepada stakeholder agar bisa diselesaikan dan efektif," kata Budi. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan penurunan tarif tiket pesawat ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk, seperti rute-rute di daerah Jawa. Penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute penerbangan seperti rute penerbangan ke Jayapura, Papua.

"Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat," ujar Darmin.

Darmin menjelaskan pemerintah mencatat adanya kenaikan tarif pesawat penumpang udara oleh para perusahaan maskapai penerbangan dalam negeri sejak akhir Desember 2018 dan tarif ini tidak kunjung turun setelah 10 Januari 2019.

Dampak dari kejadian ini dirasakan oleh masyarakat, terutama saat menjelang musim lebaran dan teridentifikasi merupakan isu yang berskala nasional.

Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri ("Tarif Batas Atas") sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 72 Tahun 2019 tidak berubah secara signifikan sejak tahun 2014 dan termasuk jadi penyebab tarif angkutan penumpang udara tidak kunjung turun.

Heboh Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, Warga Aceh Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta
Heboh Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, Warga Aceh Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta (Budi Fatria)

Kondisi lain yang menyebabkan tingginya tarif pesawat dalam negeri adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur).

Pada akhir Desember 2018, harga avtur menyentuh 86,29 dollar Amerika Serikat per barel, tertinggi sejak Desember 2014.

Hal ini berdampak pada peningkatan beban operasional perusahaan maskapai penerbangan sehingga perlu dikompensasi dengan peningkatan tarif pesawat. 

(*)

BACA JUGA:

Ricuh Laga PSS Sleman vs Arema FC, Ini Pengakuan Penonton yang Berdarah Terkena Serpihan Keramik

Putra Sulung Terduga Perekam Video Penggal Kepala Jokowi: Ibu Saya Enggak Sengaja Merekam Itu

Terkuak Pengakuan Terduga Pelaku Pemutilasi Wanita di Malang, Gunting Taman Jadi Alat Mutilasi

Exco PSSI: Bentrokan Suporter PSS Sleman dengan Arema FC Gara-gara Ada 20 Provokator

TERPOPULER - 2 Pemain Naturalisasi Persib Bandung tak Bisa Tampil di Laga Perdana Liga 1 2019

Like dan follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved