Pilpres 2019

Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019, Mahfud MD: Bisa Jadi Preseden Buruk Andai Menang Beneran di 2024

Mantan Ketua MK Mahfud MD memberikan tanggapannya seputar penolakan hasil Pilpres 2019 yang dilakukan oleh Prabowo Subianto

Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019, Mahfud MD: Bisa Jadi Preseden Buruk Andai Menang Beneran di 2024
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Mahfud MD 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan tanggapannya seputar  penolakan hasil Pilpres 2019 KPU yang dilakukan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.

Mahfud MD dalam video yang diunggah kanal YouTube Official iNews pada 15 Mei 2019 lalu mengatakan bahwa secara hukum, penolakan hasil Pilpres 2019 yang dilakukan Prabowo Subianto ini sebenarnya sah-sah saja.

"Artinya begini, kalau misalnya dia menolak proses rekapitulasi, tidak mau menandatangani padahal sidang sudah dibuka secara sah dan diberi kesempatan untuk mengajukan pendapat tetap tidak mau menerima, ya pemilu selesai. Secara hukum ya. Dan KPU itu bisa mengesahkan tanggal 22 Mei," kata Mahfud MD.

Dan bila tidak menggugat ke MK sampai tanggal 25 Mei, kata Mahfud MD, maka Pilpres 2019 secara hukum/yuridis sudah selesai dan tidak ada masalah.

Namun, kata Mahfud MD, secara politik tentunya akan ada masalah, di mana ada pihak yang merasa tidak menerima hasil Pilpres 2019. Tapi terkait hal ini, Mahfud MD juga menyayangkan beberapa hal.

"Tapi tidak mau menunjukkan bukti-buktinya, tidak mau adu data. Itu kan tidak fair juga. Seharusnya, kalau memang tidak mau, tidak menerima, kecurangannya di mana tunjukkan saja. Lalu adu data di KPU. Kalau tidak puas di KPU, adu lagi ke MK," kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga menegaskan bahwa MK bisa merubah perolehan suara. Sewaktu dia menjadi Ketua MK, perubahan perolehan suara anggota DPR, Kepala Daerah Bupati, Wali Kota sering dilakukan.

"Bisa yang kalah jadi menang, bisa suaranya berubah susunannya. Itu sering sekali dilakukan asal bisa membuktikan. Yang penting dalam hukum kan kebenarnya materilnya bisa ditunjukkan di persidangan. Begitu, Yang kita harapkan, bisa fairlah dalam berdemokrasi," kata Mahfud MD.

Soal desas-desus rekapitulasi KPU curang, Mahfud MD yang dikabarkan sudah melakukan pengecekan langsung ke IT KPU juga memberikan tanggapannya.

Kata Mahfud MD, harus dibedakan antara kecurangan, kesalahan dan kekeliruan.

Halaman
1234
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved