Diprediksi 5-10 Tahun lagi, Kemacetan Parah Landa Kota Samarinda dan Balikpapan

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong, memperkirakan bakal terjadi kemacetan parah di Kota Samarinda, 5-10 tahun ke depan.

Diprediksi 5-10 Tahun lagi, Kemacetan Parah Landa Kota Samarinda dan Balikpapan
TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo
Dirut Perum Damri, Setia N. Milatia Meoemin (kanan),Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong mengisi diskusi bertema "Membangun Transportasi Publik untuk Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Timur" di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Sabtu (18/5/2019) di Rumjab Wali Kota Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong, memperkirakan bakal terjadi kemacetan parah di Kota Samarinda, 5-10 tahun ke depan.

Penilaian ini, melihat tren peningkatan jumlah kendaraan bermotor roda dua dan empat di Kota Tepian sebanyak 4 ribu kendaraan per bulan.

Sementara jalan kota hanya sekitar 400 km ditambah jalan provinsi penghubung dua kota sekitar 700 km saja.

Saat ini, di Samarinda, tercatat hampir 700 ribu kendaraan roda dua dan empat berseliweran di jalan. Sementara di Balikpapan, jumlahnya hampir menyentuh 600 ribu kendaraan.

"Coba bayangkan, kalau ini terus terjadi, sementara kapasitas jalan tak bertambah, akan terjadi penuh sesak. Mungkin, ga sampai lima tahun, sudah mulai terasa," kata Salman, Sabtu (18/5/2019) usai diskusi bertema "Membangun Transportasi Publik untuk Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Timur" di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

"Akan terjadi kemacetan. Begitu orang keluar pagi kerja langsung macet," sambungnya.

Karena itu, ia menilai mulai sekarang perlu ada transportasi publik skala massal yang dikembangkan serius di dua kota besar di Kaltim. Setidaknya, minimal ada moda angkutan model minibus berkapasitas 25 orang yang bisa membantu memperkuat armada fasilitas publik misalnya angkot yang hanya mampu mengangkut 7 orang.

Namun, dia akui, tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat beralih ke transportasi publik massal. Apalagi, sekarang transportasi ojek dan taksi online menjamur. Di Kota Samarinda, ada 4 ribuan pengendara ojek online.

Saat ini yang mereka lakukan berupaya memperbaiki sarana dan prasarana penunjang transportasi massal dan mempersilahkan swasta yang mau berinvestasi masuk di sektor ini.

Salah satunya, mempersilahkan moda angkutan bus Damri membuka trayek ke Bandara APT Pranoto guna mengurai kemacetan.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved