Ingin Tangkapan Nelayan Meningkat, Bupati Ismunandar Serahkan Bantuan Jaring dan Mesin

Bupati Kutim Ismunandar melakukan kunjungan ke Kecamatan Sangkulirang, Minggu (19/5).Ia menyerahkan bantuan jaring dan mesin kepala kepada nelayan

Ingin Tangkapan Nelayan Meningkat, Bupati Ismunandar Serahkan Bantuan Jaring dan Mesin
TribunKaltim.Co/Margaret Sarita
Bupati Ismunandar saat menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring dan mesin pada nelayan Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (19/5) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Bupati Kutim  Ismunandar melakukan kunjungan ke Kecamatan Sangkulirang, Minggu (19/5).

Ia bersama rombongan mendatangi kawasan pemukiman nelayan untuk menyerahkan klaim asuransi nelayan sebesar Rp 160 juta.

Selain itu, Bupati juga memberi bantuan jaring dan mesin kapal, khusus pada masyarakat nelayan Desa Benua Baru Ilir.

Untuk mendukung kinerja para nelayan agar hasil laut terus meningkat dan kebutuhan masyarakat terhadap pangan dari laut terpenuhi.

“Kabupaten Kutim ini  memiliki garis pantai sekitar 200 Km. Dengan panjang garis pantai tersebut, Kutim memiliki potensi perikanan yang luar biasa.

Bupati Ismunandar saat menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring dan mesin pada nelayan Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (19/5)
Bupati Ismunandar saat menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring dan mesin pada nelayan Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Minggu (19/5) (TribunKaltim.Co/Margaret Sarita)

Tak hanya bagi sektor perikanan laut yang modern, tapi juga nelayan tangkap tradisional,” ungkap Ismunandar.

Untuk memanfaatkan potensi yang luar biasa tersebut, Pemkab Kutim  berupaya memberi dukungan pada para nelayan dengan memberikan peralatan yang dibutuhkan.

”Khusus nelayan Desa Benau Baru Ilir, kami berikan jaring dan mesin, agar hasil tangkapan lebih melimpah dan kesejahteraan nelayan terus meningkat,” ujarnya.

Selain itu, saat ini para nelayan di Kutim sebagian besar sudah terlindungi  asuransi nelayan. Asuransi khusus nelayan yang memberi manfaat, untuk pemeriksaan kesehatan, perobatan hingga santunan bila terjadi kecelakaan atau meninggal dunia.

“Dengan asuransi nelayan, keberadaan para nelayan ini semakin terlindungi. Mereka pun pergi melaut dengan rasa nyaman dan keluarga di rumah juga  aman,” jelasnya.

Di hadapan para nelayan, Ismunandar juga mengutarakan harapannya agar nelayan tradisional terus melestarikan tradisi nenek moyang  sebagai seorang pelaut.

“Hasil perikanan di Kutim belakangan ini terus meningkat dan di sisi lain, lingkungan perairan juga tolong terus dijaga. Agar wilayah pesisir “Tuah Bumi Untung Benua” tidak rusak,” ujarnya.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved